![]() |
| tempat bersemayam sang buddha |
Agama terkadang menjadi
sesuatu yang sangat mendamaikan tapi juga menjadi pertikaian. Indonesia,
menjadi Negara yang mempunyai banyak keunikan. Dari berbagai keragaman dan juga
perbedaan. Ras, suku, etnis, budaya, bahasa dan juga agama. Dari keaneka ragaman
dan juga perbedaan tersebut bangsa Indonesia di satukan dalam ikatan Bhineka
Tunggal Ika.
Dalam
acara Interfaith Youth Forum ini kami datang dari berbagai latar suku, bahasa
dan juga Agama. Aku sangat senang bisa bertemu mereka dalam event ini. saling bertukar
pikiran, saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi, dan juga
mengikat tali persaudaran. Walaupun kami berbeda agama, berbeda bahasa, berbeda
suku, berbeda budaya. Tapi kami saling mengikat bahwa kami bangsa Indonesia
yang harus menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaran dan juga toleransi antar
sesama
.
Bukankah
Allah berfirman dalam al-quran surat Al-Hujurat ayat 13 :
| Klenteng |
Maka
siang ini, agar bisa lebih memahami dan juga menjaga toleransi antar umat
beragama. Panitia mengagendakan hari ini untuk kunjungan ke rumah ibadah dari
setiap agama. Rumah ibadah pertama yang kami kunjungi adalah Klenteng, Rumah
ibadah bagi umat Kong Hu Cu. Memasuki gerbangnya kami di sambut oleh pemuka
agama dan juga penjaga Klenteng, bukan hanya itu, kami juga disambut oleh
tempat dupa yang sangat besar dan lampu-lampu lampion dilangit-langit Klenteng.
Ada yang menarik dalam batinku, yaitu keberadaan patung yang teletak didepan
tempat sembahyang. Asing, bahkan tidak pernah aku lihat sebelum. Ku Tanyakan
pada Suwan, seorang teman yang beragama
Kong Hu Cu, yang kemudian aku panggil dengan sebutan Koko. Katanya itu adalah
Nabi Kong She/ Kong Ci.
Eit,
sebelum melanjutkan ke rumah ibadah lainnya. Ada lagi yang mengelitik dalam
batinku. Yaitu keberadaan secuil nasi dan juga bunga-bunga sesajen yang di
tempatkan diatas daun pisang yang sudah dibentuk dengan rapi. Hapir disetiap
depan rumah yang aku lewati, aku mendapatkannya. Rasa ingin tahuku bermuara
dalam sebuah pertanyaan kepada panitia yang beragama Hindu.
“oh
itu, kalau menurut kepercayaan umat Hindu, itu sebagai bentuk Syukur kita pada
Tuhan yang telah memberikan Rizki” jelasnya dengan logat Bali yang kental.
“setiap
pagi harus gitu, Bli ?”
“
Ya “
Menarik. Kami pun melanjutkan ketempat ibadah lainnya. Mobil melaju santai, dan memasuki Jalan Tol terindah di Indonesia. Kami pun sampai di sebuah tempat. Aku melihat, ternyata didepanku saat ini telah berjejer rumah ibadah dari setiap agama. Mulai dari Masjid, Gereja Katolik, Vihara, Gereja Protestan dan juga Pura. Hanya Klenteng yang terpisah, karena dulu Kong Hu Cu belum diakui oleh Negara Indonesia.
Luar
Bisa, Bukti toleransi antar umat beragama di Bali. Membangun rumah ibadah dari
setiap agama didalam satu komplek. Kami pun memasuki Vihara, disambut oleh
patung Budha, berlantaikan Shio, berdindingkan arsitektur patung-patung yang
berwarna putih bercampur dengan warna emas. Tidak mau melewatkan moment
berharga ini. jepretan lensa kamera pun membidik gaya kami. gaya alay, gaya
meringis, gaya marah seperti Naga, dan masih banyak gaya-gaya yang lainnya.
Hahhaha. Kami pun dibawa kedalam sebuah ruangan yang cukup luas. Lantainya
seperti dari kayu, berjejer rapi bantal-bantal kecil yang diatasnya terdapat sebuah
kitab bernama “PARITTA SUCI”, dan juga patung Buddha yang duduk disinggasananya
dengan gagah lengkap dengan suguhan makanan yang aduhai, andai boleh dimakan. To be Continue…..
Dalam
Bis, 27 Oktober 2013

No comments:
Post a Comment