Saturday, December 21, 2013

Sikunir, Dalam Kenangan

Basecamp Sikunir 
                        Angin Sikunir seakan menusuk tulangku pagi itu. jalan menanjak dan berbatu terus kami pijak dengan penuh semangat. Berharap kami tiba di puncak Sikunir saat sang mentari tersenyum indah dari balik Gunung Sindoro. Semakin tinggi tanah yang kami pijak, semakin dingin pula angin yang menusuk. Bukan hanya angin, Kabut pun menghalangi pandangan kami. Napas sudah tak menentu, gerak kaki terasa cape. Tapi, ketika Pak Mul Bilang, “Kita Sudah Sampai”. Rasa Lelah, letih, lesu, lunglai dan lemas seakan sirna dimakan rasa gembira dan haru. Aku tak peduli dengan jenis kelaminku. Tapi inilah Puncak Sikunir, Bukit pertama yang aku daki. Bukit pertama yang menjadi sejarah Bagiku. Bukit pertama yang akan menjadi saksi bahwa aku sudah pernah naik gunung, walaupun Cuma BUKIT. Tapi lumayan Cape, 45 menit dari basecamp. Ah, semua itu, keseruan itu, rasa lelah itu, rasa bahagia itu, membuat mentari pagi di balik Gunung Sindoro tersenyum. 3 anak kota, ngegembel ke Dieng hanya ingin menyaksikan sunrise dari ketinggian, sableng memang, ngapain jauh-jauh coba, padahal sunrise dari balik jendela kamar aja sudah cukup. Eits… tapi ada yang lebih gila lagi, yaitu para pendaki Gunung. Mereka naik ke puncak gunung, dengan track yang menantang, dengan track yang mengadu nyali, dengan track yang sewaktu-waktu maut menjemput, dingin, cape, emosi semuanya bercamur aduk jadi satu, Cuma ingin Refresing Doang. OMG… !!!! tapi memang betul, satu kali saja kita mendaki, maka seterusnya kita akan ingin mendaki, mendaki, dan mendaki lagi. Setiap gunung yang kita lihat pasti terasa indah dan menantang untuk kita taklukkan. Ya, kita taklukan, sebagai seorang pemberani bukan sebagai seorang yang cengeng dan penakut akan hal-hal yang akan terjadi.
Sunrise dari puncak Sikunir 
kabut itu, Sunrise itu, ah... semuanya masih menyelimutiku 
                        sebelum aku dan 2 orang temanku berangkat. Ada yang bilang begini, “ naik gunung ? ih, apaan kali, mending kemana gitu. Nanti cape dijalan doank, sedangkan represingnya ga ada”.  Aku tidak bisa mengatakan ia sebagai seorang yang penakut, dan aku juga tidak bisa mengatakan kalau ia seorang yang pengecut. Tapi, itu hak dia untuk berkata seperti itu. mungkin cara perjalananku dan cara perjalanan dia berbeda. just it ! nothing else.

                        Sudah hampir satu tahun pendakian sikunir itu. tapi, bayangan tentang indahnya masih terus menghantuiku hingga saat ini. padahal, baru saja 1 bulan yang lalu aku pergi ke Bali, Pulau dewata nan Indah dan Eksotis. Namun, Bali berbeda dengan Dieng dan Sikunir, di Bali aku hanya menyaksikan Pura, Rumah yang berarsitektur Bali, Pantai dan juga Bule-Bule tengtop yang memanjakan mata. At least aku sudah pernah ke Bali. Hahahah. Dieng dan Sikunir, jauh berbeda. udara yang menusuk kulit, air yang dingin kaya diFreezer, masih desa banget dan satu lagi, Desa Tertinggi di Pulau Jawa.
bersama Pak Mul
narsis ala 3 Nekater
                        Hampir setiap orang di Dieng, mau siang, mau sore, mau malam, tetap berselimut jaket, Kupluk dan sarung yang dililitkan dileher mereka. tak nyana, ternyata aku pun mengikuti gaya mereka. kupluk, jaket, celana panjang, dan juga sarung selalu menyelimutiku. Mungkin bedanya mereka kuat dengan air, sedangkan aku dan 2 orang temanku sama sekali tidak mau mendekati air, kecuali jika mau sholat. Gosok gigi aja masih ragu-ragu, apalagi disuruh Mandi. Ogah Bangeeeet, Dingiiiiiiin !!!!
3 Nekater hahahah 
                        Hah ! Dieng, masih menghantuiku dan masih mengajakku untuk mengunjunginya kembali. Aku tak tahu kapan aku bisa kesana lagi, padahal masih ada 1 gunung lagi yang membuatku dan temanku penasaran dengan keindahan yang akan kita dapat diatas sana. Ini semua gara-gara Pak Mul, yang menawari kami untuk menginjakkan kaki di Gunung itu, yang harus kita daki selama 4 jam. Gunung itu bernama Gunung Prau. Tapi, gunung Prau mungkin menjadi List Backpackeranku nanti, setelah aku mengunjungi Bromo, Ranu Kumbolo dan juga Gunung Ijen. Kecuali ada yang ngajak trip Gratisan. Ya, aku ingin tahu isi pulau jawa dulu setelah itu baru melanglang buana ke pulau-pulau di Indonesia Bahkan ke Luar Negeri. Kendalanya Cuma satu, Budget. Ya, budget. Uang memang menjadi hal penting untuk sebuah Trip. semoga saja uang mengalir bagaikan hujan dan salju yang turun dimusim dingin. hahahaha.  



 Dalam bayangan Sikunir, 22 desember 2013





2 comments:

  1. Wiiih mantaapp Yan! Mau dong gue diajak ke Sikunir sekali-kali...
    Penasaran sama dinginnya udara Dieng :D

    ReplyDelete
  2. hayuuuu lang seperti cerita kita kmren....siap2 nabung yah :D

    ReplyDelete