Wednesday, December 24, 2014

Merry Riana Movie in My Sight



           MERRY RIANA “Mimpi Sejuta Dollar” sebuah film yang sebelumnya tak pernah kusangka akan membuatku termotivasi dalam menjalani hidup. Film ini diadaptasi dari buku yang berjudul “Mimpi Sejuta Dollar” yang ditulis oleh Alberthiene Endah.  Jujur aku belum pernah membaca bukunya tapi film yang dibesut oleh sutradara Hestu Saputra ini mampu membuat jiwaku bersemangat dalam meraih kesuksesan. Namun disamping itu, seiring pemutaran film aku teringat akan kisah dari salah temanku. Ya, seorang teman yang sangat luar biasa menurutku.
            Seorang teman yang telah lama hidup diperantauan, seorang teman yang tak takut akan setiap resiko hidupnya, menurutku ia sangat kuat, hebat, bahkan lebih hebat dariku. Ya, lebih hebat dariku. Dalam kesendirianya, tanpa ayah dan keluarga disampingnya, ia mampu mengalahkan rasa takut akan kelaparan, rasa takut akan kesendirian karena ia yakin dimanapun ia berada disana ada Tuhan yang selalu menyertainya dan disana ada teman yang selalu menjadi penyemangat dalam hidupnya dan kemudian ia sebut mereka sebagai keluarga. 
           Selama hampir sepuluh tahun ia hidup diperantauan dan baru satu kali ia menginjakan kaki dikampung halamanya yang sangat ia rindukan. Menjenguk ayah yang sedang sakit kemudian kembali keperantauan lagi. Bekerja banting  tulang, dan mencari celah untuk bekerja.
      Yang lebih salut lagi dari dirinya, yaitu beramal, menjadi seorang relawan walaupun hidup dalam kesederhanaan. Ya, kami sering berbagi cerita satu sama lain, karena kehidupan kami hampir sama namun beda keadaan. Sama halnya dengan film Merry Riana.
Merry Riana yang diperankan oleh Chelse Islan ,seorang wanita Indonesia korban dari krisis Politik pada tahun 1998 menggantungkan hidupnya di Negeri Singapura. Dengan segudang kesusahan dalam financial, tempat tinggal dan tentunya hidup sebatang kara.
         Berawal dari pertemuannya dengan teman SMA, Irene (Kimberly Rider) ia mendapatkan tempat tinggal walaupun pada akhirnya selisih paham antar mereka terjadi yang membuat mereka harus berpisah. Dan Alva (Dion Wiyoko) seorang mahasiswa senior yang menjadi penjamin hidupnya selama di Singapura yang mampu membawanya kepada titik kebahagian.
         Hidup di Negara Singapura tidak seperti hidup di Indonesia. Dengan segala peraturan yang super ketat, sebagai mahasiswa “terpaksa” (karena harus tinggal diasrama ia harus menjadi mahasiswa di Nanyang Technological University sekaligus harus membayar uang kuliah sebesar 40.00 Dollar selama 4 Tahun). Ia banting tulang kesana kemari demi mendapatkan uang. Hidup hemat dan bekerja keras menghiasi hari-harinya. Mulai dari bekerja membagikan brosur, sampai mengikuti investasi asuransi yang pada akhirnya ia tertipu.
          Dia tidak mau kalah dengan kegagalan yang ia kira akan sukses. Alva mengajaknya untuk berinvestasi saham lewat online. Terbukti dalam beberapa minggu pundi-pundi dollar masuk dalam rekeningnya. Dia bahagia dengan itu, tapi disis lain ada yang terluka, Alva yang sangat mengharapkan cinta dari Merry. Dan Merry hanya sibuk dalam dollar-dollarnya. Pada akhirnya ia tertipu kembali dengan saham yang tiba-tiba saja bangkrut dan membawa semua dollar miliknya sekaligus membawa kebahagian dalam hidupnya, Alva.  
       Ia pun mulai mencari kerja, kerja yang sesungguhnya. Ia bekerja di Asuransi yang pada akhirnya mampu mengantarkanya menjadi orang yang sukses berkat bantuan seorang ibu tua yang menaruh asuransi sebesar 100 ribu dollar. Walaupun berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan ternyata kebahagian itu terlihat kosong tanpa ada seseorang yang amat menyayanginya.
    Dari film ini aku menyimpulkan pesan dan motivasi yang sangat berharga;
1. Gagal  adalah awal dari keberhasilan  
2. Berani mencoba adalah sikap dari orang sukses
3. Kebahagian itu mahal, lebih mahal dari emas dan kekayaan
Terima Kasih,
Yana Ahmad

2 comments:

  1. Duh, ngebaca tulisan ini jadi nyesel kemaren gak jadi nonton film Merry Ryana-Mimpi Sejuta Dollar -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo tonton filmnya lang...
      pak Habibie aja nonton masa lo ga ?? Hahahha
      Keren dan inspiratif banget..

      Delete