Friday, August 14, 2015

BROMO part 1



         Bromo, siapa coba yang ga tahu Bromo, mulai dari orang indonesia dari sabang sampai merauke, hingga orang mancanegara pun pasti tahu tempat ini. Tempat yang sangat indah untuk melihat sunrise, dengan padang pasir yang terhampar luas, padang savana dan bukit teletubis yang cantik menawan. Aduhai.. kalau gunung ini wanita, dia amat seksi sekali. Rumput hijau bercampur pohon-pohon kecil yang sangat indah. Ditambah lagi pasir berbisik yang sangat halus, beuuuh mantap.
        Pikiran itu selalu menyelimuti gue dari dulu, tapi lebih gregetnya gara-gara nanjak bukit Sikunir di dataran tinggi Dieng plus temen gue Yehan yang duluan sampe ke gunung Bromo, disitu tambahlah greget gue sama Bromo. Detik itu juga gue berjanji pada diri gue sendiri, tahun depan bulan Agustus pokoknya harus sampe gunung Bromo.
       Satu tahun berlalu, gue disibukan sama tugas akhir kuliah gue, dan gunung Bromo masih sempat berputar-putar dalam otak gue bercampur dengan kalimat-kalimat tugas akhir gue. Menjelang sidang akhir, bromo masih tidak terkalahkan, gue pikir agustus masih lama, ini masih bulan mei, lebih baik gue ke Green canyon dulu aja kali yah. Sempat berpikir seperti itu, tapi hasilnya Green Canyon di cancel. Sampai gue di wisuda bromo masih menjadi juara dalam destinasi trip gue.
Yehan, cewek yang ninggalin gue + bikin gue greget sama Bromo
        Namanya rencana, kita bisa mengaturnya semau kita, tapi Allah yang menghendaki semua itu. Teman gue Yehan ngebet banget pengen ke Ijen. Gue sama dia pun buat rencana untuk ke Ijen di bulan Agustus. Sebenarnya gue pengen banget ke ijen, tapi disatu sisi gue pengen banget sangat amat ke Bromo. Ya Bromo masih menghantui list destinasi gue.
       Lebaran berakhir, bulan Juli tinggal 2 minggu lagi dan tibalah di bulan Agustus. Ancang-ancang nyari tiket kereta murah. Liat-liat destinasi apa saja yang bakal dikunjungi selama disana. Ijen, fix kau jadi destinasi selanjutnya, Bromo, maybe later. Pikiran gue melayang didua tempat wisata itu. Namun, tiba-tiba malaikat mengalihkan pikiranku dari dua tempat itu, menuju ke Kampug Inggris pare, kediri. Ya seperti yang gue bilang tadi, kita bisa merencanakan apapun yang kita mau, tapi Allah yang berkehendak atas jalan hidup kita. To be Continue......

No comments:

Post a Comment