Friday, August 14, 2015

BROMO part 3



at Pasir Berbisik, Bromo.
           Bro /sis gue ke Bromo.... yuhuuuuu. Eits... tapi ada kendala, supir yang membawa mobil travel yang kami tumpangi ternyata tidak tahu arah ke Bromo. Oh my God !. akhirnya mobil kami pun tidak bisa jalan duluan. Hmmmm....
          Jam 3:30 dini hari kami tiba tempat parkir menuju ke Bromo, dilanjutkan dengan menaiki mobil Jeff. Pas sampai dan membuka pintu mobil, wuuuuushhhhh..... anginnya dingin banget. Kami masih harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke pananjakan. Gue pikir ini masih terlalu pagi, tapi ternyata sudah banyak mobil jeff yang terparkir, dan kedai-kedai kopi sepanjang jalan pananjakan dipenuhi sunrise hunter. Gila gila gila.... kereeeeen.
          Alamak, tapi kemana teman-temen gue, yang tersisa hanya gue dan Hubul anak Makasar. Ya sudahlah nanti juga ketemu diatas. Gue dan bul, sapaan akrabnya, membeli 2 cup kopi sebelum keatas. Dengan sangat amat antusias dan excited banget gue menapaki bukit pananjakan. Angin begitu kecang, dingin, tanah yang diinjak orang-orang pun melemparkan debu yang sangat banyak ditiup angin,  gue tutup cup kopi gue dengan tangan, tiba-tiba bul bilang, yan istirahat dulu, cape nih. Ayo bul bentar lagi, ayo bul ayo.... gue terus menyemangatinya, seperti Genta yang menyemangati teman-temannya saat naik puncak Semeru. Hahahahahah
      Saat tiba diatas pananjakan, gue cuma bisa bilang Subhanallah walhamdulillah walaailaha illa Allah Allahu akbar. Keren banget, kabut menyelimuti gunung yang berada dibawah panajakan, orang-orang yang datang dari berbagai penjuru mulai mencari posisi yang tepat untuk mendapatkan sunrise. Gue sama bul pun tak kalah dengan mereka kami selap selip diatara kerumunan orang-orang, tak jarang bul tertinggal dan aku berterik “bul.. i’m here”. Subhanallah pokoknya sangat excited banget.  
segores cahaya mentari pagi di Pananjakan 2
       Langit mulai memperlihatkan warna, mulai dari segores pink, kemudian berubah menjadi merah keemasa, kemudian semakin luas, bukan segores lagi tapi mulai memperluas, kabut putih yang sebelumnya hanya samar-samar mulai terlihat, berwarna kuning dan aaaaaaaaah keren banget. Susah gue bikin kata-katanya. Ya mungkin gue sedikit lebay, baru juga liat sunrise di Bromo udah lebay gitu, gimana kalau liat sunrise dari puncak gunung Rinjani, pasti makin lebaaaaaay. Hahahahahah tapi suer keren banget, asli.
         Matahari mulai meninggi, jarum jam menunjukan pukul 6:00 udara masih dingin, angin bertiup sangat kencang. Eksis sudah menjadi hal yang wajib, ga eksis rugi, jauh-jauh ke Bromo terus ga foto-foto haduuuuh, bisa kacau kerajaan alay. Hahahah. Puas eksis di pananjakan, tapi sebelum pergi gue harus nulis sesuatu dulu, dan alhamdulillah ada yang bawa kertas. Gue tulis kata-kata dengan pulpen hitam, dengan tangan yang bergetar, hidung meler, kaki gue kuat diri, brrrrr dingiin banget cuy tapi gue berhasil nulis buat temen gue “Yehan, Finally Here i’m.. Bromo 8th August 2015” terus gue foto kertas itu dengan backround gunung Bromo. Gila sumpah asli keren banget.
         Pananjakan sudah, Now time to pasir berbisik, savana dan kawah Bromo. Jeff yang kami tumpangi mulai membelah padang pasir bromo. Pasir yang terlintasi ban mobil jeff seakan membuat kabut dari debu, terbang menutupi pandangan, serta bercampur dengan tiupan angin gunung bromo yang lumayan kencang. Wuuuussssshh.... pokoknya asli keren banget. Terima kasih kepada Allah yang telah memberikan waktu untuk bisa berkunjung ke tempat yang sangat fenomenal ini. #Traveller #Backpacker #Bromo #LoveIndonesia    

No comments:

Post a Comment