![]() |
| at Pasir Berbisik, Bromo. |
Bro /sis gue ke
Bromo.... yuhuuuuu. Eits... tapi ada kendala, supir yang membawa mobil travel
yang kami tumpangi ternyata tidak tahu arah ke Bromo. Oh my God !. akhirnya
mobil kami pun tidak bisa jalan duluan. Hmmmm....
Jam 3:30 dini
hari kami tiba tempat parkir menuju ke Bromo, dilanjutkan dengan menaiki mobil
Jeff. Pas sampai dan membuka pintu mobil, wuuuuushhhhh..... anginnya dingin
banget. Kami masih harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke pananjakan. Gue
pikir ini masih terlalu pagi, tapi ternyata sudah banyak mobil jeff yang
terparkir, dan kedai-kedai kopi sepanjang jalan pananjakan dipenuhi sunrise
hunter. Gila gila gila.... kereeeeen.
Alamak, tapi
kemana teman-temen gue, yang tersisa hanya gue dan Hubul anak Makasar. Ya
sudahlah nanti juga ketemu diatas. Gue dan bul, sapaan akrabnya, membeli 2 cup
kopi sebelum keatas. Dengan sangat amat antusias dan excited banget gue
menapaki bukit pananjakan. Angin begitu kecang, dingin, tanah yang diinjak
orang-orang pun melemparkan debu yang sangat banyak ditiup angin, gue tutup cup kopi gue dengan tangan,
tiba-tiba bul bilang, yan istirahat dulu, cape nih. Ayo bul bentar lagi, ayo
bul ayo.... gue terus menyemangatinya, seperti Genta yang menyemangati
teman-temannya saat naik puncak Semeru. Hahahahahah
Saat tiba diatas
pananjakan, gue cuma bisa bilang Subhanallah walhamdulillah walaailaha illa
Allah Allahu akbar. Keren banget, kabut menyelimuti gunung yang berada dibawah
panajakan, orang-orang yang datang dari berbagai penjuru mulai mencari posisi
yang tepat untuk mendapatkan sunrise. Gue sama bul pun tak kalah dengan mereka
kami selap selip diatara kerumunan orang-orang, tak jarang bul tertinggal dan
aku berterik “bul.. i’m here”. Subhanallah pokoknya sangat excited banget.
![]() |
| segores cahaya mentari pagi di Pananjakan 2 |
Langit mulai
memperlihatkan warna, mulai dari segores pink, kemudian berubah menjadi merah
keemasa, kemudian semakin luas, bukan segores lagi tapi mulai memperluas, kabut
putih yang sebelumnya hanya samar-samar mulai terlihat, berwarna kuning dan
aaaaaaaaah keren banget. Susah gue bikin kata-katanya. Ya mungkin gue sedikit
lebay, baru juga liat sunrise di Bromo udah lebay gitu, gimana kalau liat
sunrise dari puncak gunung Rinjani, pasti makin lebaaaaaay. Hahahahahah tapi
suer keren banget, asli.
Matahari mulai
meninggi, jarum jam menunjukan pukul 6:00 udara masih dingin, angin bertiup
sangat kencang. Eksis sudah menjadi hal yang wajib, ga eksis rugi, jauh-jauh ke
Bromo terus ga foto-foto haduuuuh, bisa kacau kerajaan alay. Hahahah. Puas
eksis di pananjakan, tapi sebelum pergi gue harus nulis sesuatu dulu, dan
alhamdulillah ada yang bawa kertas. Gue tulis kata-kata dengan pulpen hitam,
dengan tangan yang bergetar, hidung meler, kaki gue kuat diri, brrrrr dingiin
banget cuy tapi gue berhasil nulis buat temen gue “Yehan, Finally Here i’m.. Bromo 8th August 2015” terus gue foto
kertas itu dengan backround gunung Bromo. Gila sumpah asli keren banget.
Pananjakan
sudah, Now time to pasir berbisik, savana dan kawah Bromo. Jeff yang kami
tumpangi mulai membelah padang pasir bromo. Pasir yang terlintasi ban mobil
jeff seakan membuat kabut dari debu, terbang menutupi pandangan, serta
bercampur dengan tiupan angin gunung bromo yang lumayan kencang.
Wuuuussssshh.... pokoknya asli keren banget. Terima kasih kepada Allah yang
telah memberikan waktu untuk bisa berkunjung ke tempat yang sangat fenomenal
ini. #Traveller #Backpacker #Bromo #LoveIndonesia


No comments:
Post a Comment