| bersama KRISNA Suling sakti !!!! |
Tari kecak ! Bunga
Kamboja ! Pantai Kuta ! Bule !
Itu semua terbang mengelilingi
kepalaku. Mereka semua menari-nari di depan mataku. Ah, Tuhan jaga aku dari
Bule-Bule berbikini itu. Tolong aku, ku dekapkan kedua telapak tangan diatas
kedua mataku. Berharap terhindar dari zina mata.
“tu mobilnya sudah datang “ ucap kadek dengan logat Bali yang sedikit
kental. Maklum saja, dia orang Bali tapi lama tinggal di Palembang, jadilah dia
perwakilan dari Palembang. Wong kito galuh !
Kami pun bergegas cepat menuju mobil
Travel yang akan membawa kami keliling Bali. Jam menunjukan pukul 17:00,
sedangkan kami harus tiba di penginapan jam 7 malam. Supir travel langsung melaju dan siap membawa kami
ke tempat eksotis di Bali. Melewati jalan utama, melawati tikungan, hingga
memasuki jalan kecil yang hanya cukup untuk satu mobil. Tapi, ada hal yang
menarik selama perjalanan kawan. Tak sedikit pun jalan yang kami lewati, sepi
dari café, sepi dari bule, dan sepi dari rumah-rumah penggiat souvenir khas
Bali. Bener-bener W.O.W deh !
![]() |
| at Sanur Beach |
Taraaaaaa……..
Sanur Beach !
Hamparan pasir dan birunya laut
terpampang nyata di hadapan kami. melewati aroma jagung dan bir-bir yang
terjual bebas. Sungguh indah, sunset mulai tampai di upuk barat. Langit berkilau
keemasan, cahaya senja menyelinap di balik pepohonan bakau. Turis asing dan
juga domestic memenuhi pantai sanur. memang tak seindah pantai kuta. Tapi, kami
berusaha menikmati moment ini dengan mengabadikannya di setiap lembar lensa
kamera, Nikon, BB, Samsung, dan juga Nokia ( maaf Mito kesayanganku tak
termasuk, hehehe).
Tak terasa, waktu kami habis. Kami
harus segera pulang kepenginapan. Tapi kami membuat janji dengan supir travel,
kalau nanti malam setelah acara selesai jemput kami di penginapan. Kami ingin
menghabiskan malam ini dan ingin tahu malam di pulau Dewata. Dia pun
menyetujuinya.
***
![]() |
| jalan Tol Bali yang Indah Menawan |
Agenda hari ini selesai ! hati riang
seperti mendapatkan hadiah tak ternilai harganya, walau mata ngantuk dan badan
lelah. Tapi, tak sedikit pun menahanku untuk melangkah menikmati malam bersama
kawan-kawan nusantara.
Mobil melaju, memasuki jalan Tol
Bali. Subhanallah ! indah banget. Kalau di Serang, jalan Tol mungkin Cuma
Lurus, belok, dan mulus. Tapi di Bali, Gila….. jalan Tolnya di bikin kaya jalan
Fly over, di bangun diatas air, di tambah lagi ada jalur untuk motornya juga.
Beuuuuh ! Motor aja bisa masuk Tol, padahal Bali ga macet-macet banget. seharusnya
yang kaya gini adanya di Serang, biar ga ada macet lagi. Bener-bener Indah.
Tak terasa, mobil mulai memasuki
area parkir sebuah toko yang sangat ramai. Di depan toko itu berdiri sebuah
patung gagah, memakai mahkota raja dan juga memegang suling sakti. Ku
perhatikan dan ku lihat tulisan didepan pintu toko besar itu “ KRISNA oleh-oleh
khas Bali “. Ow ow ow ! ternyata Pusat oleh-oleh khas Bali. Emangnya kamu punya
uang yan ? pergi ke Bali aja dengan uang pas-pasan, so-so an ke pusat oleh-oleh
lagi. Mau belanja apa loe? Paling loe Cuma gigit jari doang ? sadar diri loe
?!. suara itu memaki diriku. Suara itu menghinaku. Tapi, ada benernya juga sih.
Ah ! bodo amat, yang penting masuk dulu, urusan beli atau ga, itu masalah nanti
dengan security. Hahaha
| numpang eksis di depan pintu KRISNA :) |
Tangan dan mata mulai jelalatan
kesana-kemari. Melirik baju, pernak-pernik , cinderamata sampai makanan ringan
khas Bali. Pegang sana- pegang sini tak ada satu pun yang masuk dalam keranja
belanja ( Cuma pegang-pegang doang). Tapi, ada yang menarik perhatianku. Udeng,
hiasan kepala khas umat Hindu dan identik dengan Bali. Ya, udeng, memang
menjadi mascot penting dalam pikiranku jika aku bisa pergi ke Bali, dan saat
ini aku di Bali dan Udeng sudah ada di depan mataku. Kulirik harganya, ga
terlalu mahal. Ada dua pilihan udeng, mau pilih yang di pakai sendiri atau yang
sudah jadi. Aku coba dua-duanya. Aku meminta bantuan Kadek untuk memakaikan
udeng, karena dia orang Hindu dan dia juga Orang Bali, walau pun sekarang
tinggalnya di Palembang. Alhasil, Ganteng juga ! hahahah ( P-D sendiri ). Ku
ambil satu udeng yang sudah jadi, bermotif batik, berwarna hijau dengan hiasan
tinta emas.
| kain Batik khas Bali |
Tak banyak yang ku beli. Karena
melihat kantong juga, dan takut ga bisa pulang nantinya. Kartu ATM memang
selalu terbuka lebar bagi siaapa saja yang ingi berdonasi, tapi sampe di Bali
tak ada sepeser pun yang masuk dalam rekeningku. Nasib !
Puas memanjakan hasrat belanja. Kami
pun langsung pulang, jarum jam sudah menunjukan pukul 00:00 WITA. Tapi,
tiba-tiba.
“ Mau ke Kuta ga ?” Tanya supir
Travel di balik stir mobilnya.
“ Wah mau banget Bli “ jawab kami
serentak dengan senyum melebar.
“ tapi, Cuma lewat saja yah “
“ ya, ga pa-pa Bli, yang penting ke
Kuta ya “
Malam di Kuta tidak seperti malam di
daerahku. Di sini, malam bagaikan siang hari. Bedanya ada lampu-lampu cantik yang berkerlipan di
setiap café. Bangunan berarsiterktur Bali bertengger dengan kokoh. Bukan hanya
rumah ternyata, tapi hotel, pertokoan dan restoran pun masih menggunakan nuansa
Bali, walaupun hanya sedikit. Mobil mini bus yang kami tumpangi memasuki
kawasan Kuta. Jalannya tidak begitu besar, tapi ramenya minta ampun. Café-café
berjejer rapi di setiap bahu jalan hingga menimbulkan kemacetan yang tak dapat
di hindari.
Mobil melaju dengan merayap. Di
samping kiri dan kanan, berkerlipan lampu-lampu disko. Hampir di setiap café. Paha
mulus, tengtop, pria bertelanjang dada sampe adegan ciuman tersaji dengan indah
di sepanjang jalan Kuta. Mungkin mereka merasa bahwa ini bukan Indonesia tapi
ini negaranya. Macetnya Kuta berbeda dengan macet di daerahku, macet di sini
serasa sedang menonton acara TV asing. Beuuuh ! pokoknya Astagfirullah deh.
Mata tak pernah berkedip.
Seakan-akan tidak ingin ada yang terlewatkan. Yang depan tunjuk sana, mata
mengikuti. Yang tengah menunjuk arah sini, mata juga mengikuti. Hingga
akhirnya,
“ Wow ! liat tuh SPG nya, gilaaa men
! kurang ke atas “
“ itu juga, beuuuh ! eeeh di dalam
lebih parah loe ! “
“ mana ? mana ? beuuuh iya iya…
gilaaaaa , parah banget ya “
“ parah, parah loe… tapi, tetep aja
di liat. Hahahahah “
Suara mereka nyaris seperti turis
Ndeso. Tapi, emang bener, kita tuh kaya orang ndeso. Datang dari kampung, masuk
kota Kuta penuh dengan Bule-bule yang aduhai …. Masyallah. Liat kiri-kanan
seperti liat emas satu truk. Berkelip-kelip mata.
Jarum jam sudah menunjukan pukul
01:00 dini hari. Mini bus yang kami tumpangi pun melesat maju dengan cepat.
Membelah dinginnya malam, melewati indahnya jalan Tol Bali dan memasuki
penginapan kami. Aaaaah ! perjalanan yang melelahkan tapi mengasyikan. Selamat
Tidur ! J
Denpasar,
25 Oktober 2013


No comments:
Post a Comment