![]() |
| Soekarno-Hatta Airport Bali.... ye Bali...... :) |
“Yana, kita ke pilih jadi peserta “ ujar Yehan di loker
perpustakaan Daerah.
“peserta apa? Emang kita daftar apa,
oh Indonesia Idol yah hahahah “
“hah loe, bukan, tapi kita jadi
peserta IYF “
Deg
! Beneran ini ga bohong kan ? kok bisa yah. Berarti…. Berarti…… yaaaaaaaa !
Hari mulai semakin sore. Matahari
mulai kembali keperaduan dan siap diganti oleh genitnya bulan. Aku pun meluncur
dengan angkot merah putih yang setiap hari setia mengantarkanku dari rumah ke
kampus tercinta. Sepanjang jalan, tak biasa mata ini melek dan menikmati
jalanan kota yang di penuhi pabrik-pabrik pembuat kemacetan. Ah, pikiranku hanyut
dalam langkah-langkah yang harus ku persiapkan untuk hari itu.
Setiap hari, tangan ini tak berhenti
mencari dan mencari tiket penerbangan yang murah. Ada penerbangan yang murah
tapi jadwalnya tidak sesuai dengan keberangkatanku. Dan ada juga yang pas tapi
uangnya belum cukup. Ya, mungkin perjalanan kali ini pun harus dengan
backpacker lagi. Tak apa lah ! piuuuh….
Eits… Tunggu dulu masih banyak jalan menuju Roma
bukan ? begitu kan kata pepatah. Akhirnya dengan mengemis kepada beberapa pihak
( keluarga, teman, dan sahabat. Tidak termasuk pihak kampus) kami pun
mendapatkan uang untuk membeli tiket pesawat tujuan Bali. Berselancar kembali
dengan internet, berharap menemukan tiket penerbangan murah. Yuhuuuu ! nasib baik
masih memihak pada kami.
Citilink, adik dari Garuda Indonesia
ini yang kami pilih. Karena menurut kami selain bagus, pelayanannya juga ok,
dan tentu saja harganya yang murah. Klik sana-sini kami pun menjumpai masalah,
kami bingung, di table harga tiket murah banget tapi kok masih ada biaya lagi. Asuransi-lah,
kursi duduk-lah. Hah ! jadi bingung. Mungkin gara-gara kami deso ga ngerti
masalah beli tiket Online kali yah ! hahaha. Akhirnya dengan terpaksa dan
dengan kecewa aku pun menghubungi agen travel yang berada di samping kampusku.
Setelah mengikuti kelas. Aku dan
Yehan segera pergi keagen travel yang tadi aku hubungi. Banyak penawaran dan pertanyaan
seputar jadwal penerbangan yang bangus dan harga masih terjangkau. Pegawai agen
travel memberikan penawaran, mulai dari Sriwijaya, Citilink, Garuda, dan Lion
Air. Semuanya diatas Rp. 600.000-, WOW ! mana cukup uangku Bundooooo …… akhirnya
Lion Air masih merasa kasihan dengan kedua manusia yang tak punya uang tapi
nekat dan so-soan mau naik pesawat ini. kami mendapatkan penerbangan jam 17:50
dengan Pesawat Lion Air JT 0026 dengan harga Rp. 571.000-, sudah termasuk
bagasi Lho
Aye… aye… tiket
pesawat udah dapat. Tinggal mempersiapkan semuanya. Aku coba membuka email, Ternyata
Panitia mengirim kami Proposal acara, guna mempermudah kami untuk mendapatkan segala
keperluan yang akan kami gunakan selama di Bali, salah satunya yaitu Dana
Bantuan. Hal ini menjadi faktor paling penting, Bro…..
Kami langkahkan kaki selebar-lebarnya.
Menuju ruang dekan, dengan menunjukan proposal dan mereka pun siap membantu,
tapi waktunya tidak sebentar. Hah !. pikiranku masih tertinggal di ruang dekan
tiba-tiba sms menyapa HP-ku. Ku buka “ Harus bawa cinderamata dari Banten
yah”. Langsung saja menuju ruang jurusan untuk meminta surat Rekomendasi agar
bisa mendapatkan cinderamata dari Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten (DisBudPar). Dalam keadaan genting di
H-1 listrik di Kampus tak bisa berkompromi dengan kami. mereka mati. Lalu
bagaimana nasib surat rekomendasi, apa kami tidak jadi membawa oleh-oleh dari
Banten. ah ! hujan pun turun rintik-rintik seakan paham isi hati kami yang
sedang Panas dilanda kegalauan.
Niat, Do’a, percaya dan usaha.
Adalah kunci dalam segala kegetiran dan kekhawartiran. Yakin bahwa Allah akan
selalu memberikan kemudahan walaupun ada kesulitan. Surat rekomendasi kami
dapat setelah menunggu bebarapa jam. Jam tangan menunjukan pukul setengah 3
sore. Langkah kaki kami pacu dengan cepat, berharap agar orang Dinas tidak
cepat-cepat pulang. Jam 3 sore kami tiba di kantor DisBudPar, langsung kami
sodorkan surat rekomendasi dan proposal acara. Tapi, jawaban mereka, tenyata kami
harus menunggu selama dua hari untuk mendapatkan cinderamata. Shock, down,
bercampur aduk. Kaki yang tadi semangat untuk berdiri tiba-tiba lemas tak
bertenaga. Tapi, “Ya sudah, akan kami usahakan” ujar bapak berpakaian
dinas yang berlalu dari hadapan kami.
Belum sampai satu jam. Bapak
berpakaian dinas itu menghampiri kami dengan 3 kantong yang berisi cinderamata.
“tanda tangan dulu ya”. Yes ! Alhamdulillah cinderamata Banten kami
dapatkan, Siap menuju Bali esok Hari.
Bali ! I'm Coming..................
Serang, 24 Oktober 2013

No comments:
Post a Comment