Saturday, November 16, 2013

IYF Bali Part 1

Soekarno-Hatta Airport
Bali.... ye Bali...... :)
           “Yana, kita ke pilih jadi peserta “ ujar Yehan di loker perpustakaan Daerah.
       “peserta apa? Emang kita daftar apa, oh Indonesia Idol yah hahahah “
             “hah loe, bukan, tapi kita jadi peserta IYF “
Deg ! Beneran ini ga bohong kan ? kok bisa yah. Berarti…. Berarti…… yaaaaaaaa !
              Hari mulai semakin sore. Matahari mulai kembali keperaduan dan siap diganti oleh genitnya bulan. Aku pun meluncur dengan angkot merah putih yang setiap hari setia mengantarkanku dari rumah ke kampus tercinta. Sepanjang jalan, tak biasa mata ini melek dan menikmati jalanan kota yang di penuhi pabrik-pabrik pembuat kemacetan. Ah, pikiranku hanyut dalam langkah-langkah yang harus ku persiapkan untuk hari itu.
         Setiap hari, tangan ini tak berhenti mencari dan mencari tiket penerbangan yang murah. Ada penerbangan yang murah tapi jadwalnya tidak sesuai dengan keberangkatanku. Dan ada juga yang pas tapi uangnya belum cukup. Ya, mungkin perjalanan kali ini pun harus dengan backpacker lagi. Tak apa lah ! piuuuh….
              Eits…  Tunggu dulu masih banyak jalan menuju Roma bukan ? begitu kan kata pepatah. Akhirnya dengan mengemis kepada beberapa pihak ( keluarga, teman, dan sahabat. Tidak termasuk pihak kampus) kami pun mendapatkan uang untuk membeli tiket pesawat tujuan Bali. Berselancar kembali dengan internet, berharap menemukan tiket penerbangan murah. Yuhuuuu ! nasib baik masih memihak pada kami.
        Citilink, adik dari Garuda Indonesia ini yang kami pilih. Karena menurut kami selain bagus, pelayanannya juga ok, dan tentu saja harganya yang murah. Klik sana-sini kami pun menjumpai masalah, kami bingung, di table harga tiket murah banget tapi kok masih ada biaya lagi. Asuransi-lah, kursi duduk-lah. Hah ! jadi bingung. Mungkin gara-gara kami deso ga ngerti masalah beli tiket Online kali yah ! hahaha. Akhirnya dengan terpaksa dan dengan kecewa aku pun menghubungi agen travel yang berada di samping kampusku.
             Setelah mengikuti kelas. Aku dan Yehan segera pergi keagen travel yang tadi aku hubungi. Banyak penawaran dan pertanyaan seputar jadwal penerbangan yang bangus dan harga masih terjangkau. Pegawai agen travel memberikan penawaran, mulai dari Sriwijaya, Citilink, Garuda, dan Lion Air. Semuanya diatas Rp. 600.000-, WOW ! mana cukup uangku Bundooooo …… akhirnya Lion Air masih merasa kasihan dengan kedua manusia yang tak punya uang tapi nekat dan so-soan mau naik pesawat ini. kami mendapatkan penerbangan jam 17:50 dengan Pesawat Lion Air JT 0026 dengan harga Rp. 571.000-, sudah termasuk bagasi Lho
                Aye… aye… tiket pesawat udah dapat. Tinggal mempersiapkan semuanya. Aku coba membuka email, Ternyata Panitia mengirim kami Proposal acara, guna mempermudah kami untuk mendapatkan segala keperluan yang akan kami gunakan selama di Bali, salah satunya yaitu Dana Bantuan. Hal ini menjadi faktor paling penting, Bro…..
                 Kami langkahkan kaki selebar-lebarnya. Menuju ruang dekan, dengan menunjukan proposal dan mereka pun siap membantu, tapi waktunya tidak sebentar. Hah !. pikiranku masih tertinggal di ruang dekan tiba-tiba sms menyapa HP-ku. Ku buka “ Harus bawa cinderamata dari Banten yah”. Langsung saja menuju ruang jurusan untuk meminta surat Rekomendasi agar bisa mendapatkan cinderamata  dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten (DisBudPar). Dalam keadaan genting di H-1 listrik di Kampus tak bisa berkompromi dengan kami. mereka mati. Lalu bagaimana nasib surat rekomendasi, apa kami tidak jadi membawa oleh-oleh dari Banten. ah ! hujan pun turun rintik-rintik seakan paham isi hati kami yang sedang Panas dilanda kegalauan.
                Niat, Do’a, percaya dan usaha. Adalah kunci dalam segala kegetiran dan kekhawartiran. Yakin bahwa Allah akan selalu memberikan kemudahan walaupun ada kesulitan. Surat rekomendasi kami dapat setelah menunggu bebarapa jam. Jam tangan menunjukan pukul setengah 3 sore. Langkah kaki kami pacu dengan cepat, berharap agar orang Dinas tidak cepat-cepat pulang. Jam 3 sore kami tiba di kantor DisBudPar, langsung kami sodorkan surat rekomendasi dan proposal acara. Tapi, jawaban mereka, tenyata kami harus menunggu selama dua hari untuk mendapatkan cinderamata. Shock, down, bercampur aduk. Kaki yang tadi semangat untuk berdiri tiba-tiba lemas tak bertenaga. Tapi, “Ya sudah, akan kami usahakan” ujar bapak berpakaian dinas yang berlalu dari hadapan kami.
                 Belum sampai satu jam. Bapak berpakaian dinas itu menghampiri kami dengan 3 kantong yang berisi cinderamata. “tanda tangan dulu ya”. Yes ! Alhamdulillah cinderamata Banten kami dapatkan, Siap menuju Bali esok Hari.

               Bali ! I'm Coming.................. 
                                                                                                                         Serang, 24 Oktober 2013

No comments:

Post a Comment