![]() |
| ngeksis dulu sebelum terbang :) |
Kunaiki
anak tangga pesawat Lion Air. Masih belum sadar, aku masih dalam lamunan. Ternyata
aku bisa naik pesawat. Di pintu kabin telah berdiri dua wanita cantik,
menebarkan senyum kepada setiap penumpang. Yang satu rambutnya di ikat ke
belakang dan yang satu lagi dibiarkan terurai karena rambutnya hanya diatas
bahu. Tubuhnya seksi dan suaranya aduhai !
Aku pun
duduk sesuai dengan nomor kursiku. Aku, Yehan dan teman kami yang satu lagi
tidak luput dari jepretan kamera ( paparazzi ternyata mengikuti kami, mereka
mengira bahwa kami artis dari Banten, hahhahah). Sayang, tempat dudukku jauh dari
jendela.
“Ibu,
boleh kita tukar tempat. Saya pengen deket jendela bu. Boleh yah ?” pintaku
pada ibu paruh bayah yang sedang asyik di samping jendela.
Tapi ibu
itu tetap tidak mau. Katanya, dia sengaja memesan tempat duduk di dekat
jendela. Hmmm kalau bisa pesan tempat duduk, kenapa tadi ga ngomong aja si
Mbaknya. Ya sudahlah !
Sesekali
ku berdiri, melihat kursi-kursi pesawat dari depan hingga belakang. Apakah sudah
terisi semua. Ternyata sudah. Banyak Bule juga yang naik pesawat Lion Air,
hihihi. Aku pun duduk kembali, langsung ku kenakan sabuk pengaman dank u coba
untuk membukanya kembali. Alamak ! bagaimana ini, aku ga bisa bukanya. Tiba-tiba
datang wanita tua, gadis, dan juga laki-laki bewok berperawakan arab. Mereka menghampiriku.
Waduuuh, ada apa ini?
“sorry,
can you move from your sit Mister. Coz my Mom just alone here” pinta laki-laki
arab itu
“oooooh…
no, I sit here, coz there is my friends” sambil ku tunjuk kedua temanku yang
berada di sebrang tempat dudukku.
“ah,
come on. Please ! you can sit over there, on number 25 ”
Aku bingung,
ini penerbangan pertamaku, ini tempat duduk pertamaku. Dan aku harus di
bingungkan oleh orang arab ini. OMG ! keadaan semakin membingungkan, orang arab
itu bercakap-cakap dengan bahasanya dan aku pun bercakap-cakap dengan bahasaku.
Dalam hatiku sebenarnya aku rela pindah dari tempat dudukku, tapi si arab ini
tetap ngotot agar si ibunya duduk di tempatku ersama adik perempuannya.
“Ya,
Mister I know, I want to move now but……but.... ”
Akhirnya
pramugari dan pramugara datang menghampiri kami.
“mas
tolong kerjasamanya agar penerbangan ini bisa dilakukan dengan baik, mas bisa
duduk di tempat si ibu ini di nomor 25” pinta Pramugari cantik sambil menunjuk kea
rah kursi nomor 25.
“ya,
saya tahu Mbak, tapi masalahnya ini…… “ sambil ku menunjuk kearah sabuk
pengamanku yang susah dibuka.
“ahaha
Ya Tuhan. Ngomong dong mas dari tadi” senyum pramugari itu manis tapi
menyakitkan. Dia kira aku ini orang desa. Tapi emang betul sih, sabuk
pengamannya sulit dilepas, mungkin faktor Ndeso kali yah. Hahha
Orang
arab dan aku sudah selesai, sekarang aku dihimpit oleh dua orang jepang, yang
satu seger yang satu lagi ga deh. Pilot mulai menyalakan mesin pesawat. Ku lihat
kembali sekelilingku ternyata bule semua. Dari depan, belakang, dan sampingku bule semua. Ah, bodo. Bulenya juga
pada bewokkan.
“Perhatian-perhatian.
Saya pramugari senior menginformsikan, bahwa penerbangan kita di tunda selama 30
menit kedepan. Karena lalu lintas sedang ramai. Terima kasih”.
“Attention.
I’m senior flight attendant informed that
our flight delayed for 30 Hour…….. because the traffic was busy. Thank
you”
tiba-tiba.......
Wkwkwkwkkwkwkwkwkkw. Mereka tertawa
bebas, aku pun tak sanggup menahan tawa saat melihat ekspresi bule-bule di
sekitarku yang tertegun kaget. Muka cengo, kaget, hahahah.
“What ??? 30 Hour !? Realy” bule
yang ku tebak asal italia dan spanyol itu menganga dengan ekspresi muka kaget
dan bingung. Bukannya kasihan melihat dia, aku malah tetawa dibuatnya. Di tambah
lagi dengan ekspresi muka cewek jepang yang berada di sampingku. Ah Tuhan,
penerbangan di tunda, ngetem, seniornya salah ucap lagi. Yang harusnya 30
minute malah jadi 30 Hour. Yaaaaa jelas saja bule-bule pada kaget. Hahhaha
Tak kan pernah terlupakan !
Mesin pesawat mulai berderu kencang.
Dia berjalan diatas landasan dengan cepat dan ….. Huh ! perlahan tapi pasti. Aku
dan pesawat meninggalkan Bandara Soetta. Diketinggian entah berapa ribu kaki
ini aku mulai menikmati penerbangan pertamaku, menikmati indahnya cahaya lampu
yang kecil-kecil
dari ketinggian dan juga menikmati cantiknya cewek jepang yang
berada di sampingku. Selamat Malam…..
Di atas ketinggian, 24 Oktober 2013

No comments:
Post a Comment