Sunday, November 17, 2013

My First Flight

ngeksis dulu sebelum terbang :)
                Kunaiki anak tangga pesawat Lion Air. Masih belum sadar, aku masih dalam lamunan. Ternyata aku bisa naik pesawat. Di pintu kabin telah berdiri dua wanita cantik, menebarkan senyum kepada setiap penumpang. Yang satu rambutnya di ikat ke belakang dan yang satu lagi dibiarkan terurai karena rambutnya hanya diatas bahu. Tubuhnya seksi dan suaranya aduhai !
                Aku pun duduk sesuai dengan nomor kursiku. Aku, Yehan dan teman kami yang satu lagi tidak luput dari jepretan kamera ( paparazzi ternyata mengikuti kami, mereka mengira bahwa kami artis dari Banten, hahhahah). Sayang, tempat dudukku jauh dari jendela.
                “Ibu, boleh kita tukar tempat. Saya pengen deket jendela bu. Boleh yah ?” pintaku pada ibu paruh bayah yang sedang asyik di samping jendela.
                Tapi ibu itu tetap tidak mau. Katanya, dia sengaja memesan tempat duduk di dekat jendela. Hmmm kalau bisa pesan tempat duduk, kenapa tadi ga ngomong aja si Mbaknya. Ya sudahlah !
                Sesekali ku berdiri, melihat kursi-kursi pesawat dari depan hingga belakang. Apakah sudah terisi semua. Ternyata sudah. Banyak Bule juga yang naik pesawat Lion Air, hihihi. Aku pun duduk kembali, langsung ku kenakan sabuk pengaman dank u coba untuk membukanya kembali. Alamak ! bagaimana ini, aku ga bisa bukanya. Tiba-tiba datang wanita tua, gadis, dan juga laki-laki bewok berperawakan arab. Mereka menghampiriku. Waduuuh, ada apa ini?
                “sorry, can you move from your sit Mister. Coz my Mom just alone here” pinta laki-laki arab itu
                “oooooh… no, I sit here, coz there is my friends” sambil ku tunjuk kedua temanku yang berada di sebrang tempat dudukku.
                “ah, come on. Please ! you can sit over there, on number 25 ”
                Aku bingung, ini penerbangan pertamaku, ini tempat duduk pertamaku. Dan aku harus di bingungkan oleh orang arab ini. OMG ! keadaan semakin membingungkan, orang arab itu bercakap-cakap dengan bahasanya dan aku pun bercakap-cakap dengan bahasaku. Dalam hatiku sebenarnya aku rela pindah dari tempat dudukku, tapi si arab ini tetap ngotot agar si ibunya duduk di tempatku ersama adik perempuannya.
                “Ya, Mister I know, I want to move now but……but.... ”
                Akhirnya pramugari dan pramugara datang menghampiri kami.
                “mas tolong kerjasamanya agar penerbangan ini bisa dilakukan dengan baik, mas bisa duduk di tempat si ibu ini di nomor 25” pinta Pramugari cantik sambil menunjuk kea rah kursi nomor 25.
                “ya, saya tahu Mbak, tapi masalahnya ini…… “ sambil ku menunjuk kearah sabuk pengamanku yang susah dibuka.
                “ahaha Ya Tuhan. Ngomong dong mas dari tadi” senyum pramugari itu manis tapi menyakitkan. Dia kira aku ini orang desa. Tapi emang betul sih, sabuk pengamannya sulit dilepas, mungkin faktor Ndeso kali yah. Hahha
                Orang arab dan aku sudah selesai, sekarang aku dihimpit oleh dua orang jepang, yang satu seger yang satu lagi ga deh. Pilot mulai menyalakan mesin pesawat. Ku lihat kembali sekelilingku ternyata bule semua. Dari depan, belakang, dan  sampingku bule semua. Ah, bodo. Bulenya juga pada bewokkan.
                “Perhatian-perhatian. Saya pramugari senior menginformsikan, bahwa penerbangan kita di tunda selama 30 menit kedepan. Karena lalu lintas sedang ramai. Terima kasih”.
                “Attention. I’m senior flight attendant  informed that our flight delayed for 30 Hour…….. because the traffic was busy. Thank you”
tiba-tiba.......
         Wkwkwkwkkwkwkwkwkkw. Mereka tertawa bebas, aku pun tak sanggup menahan tawa saat melihat ekspresi bule-bule di sekitarku yang tertegun kaget. Muka cengo, kaget, hahahah.
         “What ??? 30 Hour !? Realy” bule yang ku tebak asal italia dan spanyol itu menganga dengan ekspresi muka kaget dan bingung. Bukannya kasihan melihat dia, aku malah tetawa dibuatnya. Di tambah lagi dengan ekspresi muka cewek jepang yang berada di sampingku. Ah Tuhan, penerbangan di tunda, ngetem, seniornya salah ucap lagi. Yang harusnya 30 minute malah jadi 30 Hour. Yaaaaa jelas saja bule-bule pada kaget. Hahhaha

Tak kan pernah terlupakan !
           Mesin pesawat mulai berderu kencang. Dia berjalan diatas landasan dengan cepat dan ….. Huh ! perlahan tapi pasti. Aku dan pesawat meninggalkan Bandara Soetta. Diketinggian entah berapa ribu kaki ini aku mulai menikmati penerbangan pertamaku, menikmati indahnya cahaya lampu yang kecil-kecil
dari ketinggian dan juga menikmati cantiknya cewek jepang yang berada di sampingku. Selamat Malam…..
                                                                                               

                                                                                                          Di atas ketinggian, 24 Oktober 2013

No comments:

Post a Comment