Monday, November 18, 2013

Ngurah Rai Airport

ngagaya ala Wong kaya :)
                “ Welcome to Bali ” suara itu sesaat terdengar nyaring disetiap speaker yang ada di dalam kabin pesawat.
                Yuhuuuuu …. Bali … aku sampe Bali…. !!!!
                Satu persatu penumpang pesawat mulai beranjak dari tempat duduknya. Mereka mengambil barang bawaan mereka. Aku pun langsung berjalan mendekati kedua temanku, tak ku sangka walaupun jarak kami Cuma beberapa bangku tapi tetap saja membuat kami kangen dan langsung bercerita tentang kejadian pas tadi pesawat mau take off. Hahaha
                “tunggu-tunggu…. Hape gue yana, hape gue.. mana ? “ Yeni mendadak bingung, dia kehilangan HP nya. Langkah terhenti sejenak, tas yang ia bawa dibuka-buka. Tapi tetap tidak ada HP nya. Haduuuh pasti bukan ilang ini. pasti dia lupa menyimpannya, Pikirku. Dan ternyata benar. Hp dia terselip di beberapa tumpukan barang yang ada didalam tasnya. Hah ! Rempong.
                Anak tangga mulai kami turuni satu persatu. Berjalan beberapa meter dan mobil jemputan penumpang pun datang. Mobilnya sih tidak jauh beda dengan mobil bis biasa, malah enakkan mobil bis, bisa duduk, bisa tidur lagi. Sambil menunggu mobil penuh sampai mobil berangkat, obrolanku dan kedua temanku ini tak jauh dari kata “sock, hah,delay dan muka cengo… eits, 30 hour”  hahah. Dan mobil mulai memperlambat jalannya saat tiba didepan pintu Barang yang dilapisi plastic tebal seperti gudang Freezer. Yang biasa digunakan  untuk membekukan daging atau ikan. Mobil pun berhenti.
                Tak ada satu pun penumpang yang turun, tapi pintu mobil terbuka. Ah, mungkin ada barang yang mau diturunkan, pikirku. Ternyata TIDAAAAAAK ! itu pintu untuk kami masuk Bandara. OMG ! Ngurah Rai, kenapa kau kejam sekali padaku. Loe kira gue barang pabrik. Masa, mau masuk bandara lewat pintu kaya pintu gudang gitu.
                “bener ga nih, masa disini ?” semua orang berbicara seperti itu, mereka tampaknya tidak terima dengan keadaan itu. Jelas saja, masa turun dari pesawat masuk Bandaranya lewat pintu kaya gitu. Hah !
                Kesel sih, tapi gimana yah, hahaha lucu juga. Kami pun memasuki Bandara Ngurah Rai. Bayangan tentang Bandara ini Mewah, Megah, Indah, Bersih dan Fantastic deh. Secara, Bandara ini kan yang menyambut para Kontestan wanita-wanita cantik seluruh dunia pada bulan September lalu. Tapi, lagi, lagi … Biasa aja. Ndeso emang ndeso aja, tak ada momen yang tak boleh ditinggalkan. Jepretan kamera BlackBarry pinjeman mulai hunting sana-sini.
                “hey ! “ teriakan kecil dari bapak berseragam biru, bertopi biru itu menahan kamereku. Aku pun meminta maaf dan tak mengulanginya lagi (kalau ga keliatan ya lanjut lagi).
                Yeni sibuk menunggu Koper dan tas ransel kami. sedangkan Yehan kemana yah ?. Walah, dia malah asyk mengintil-ngintil lembaran demi lembaran Promo Tour Bali yang disediakan pihak Bandara. Aku pun mengikuti langkah Yehan. Lembaran kertas promo itu sudah terkumpul dan saatnya melirik ke escalator ( aku tak tahu namanya) tempat tas dan koper dari bagasi peswat diturunkan. Yup ! koper dan ransel kami sudah ditemukan, sekarang kembali ke Peta. Peta. Peta. ( Dora Kaliii ). J
para penumpang sedang menunggu ransel dan kopernya.
ini hasil jepretan nyuri loh ! :D
                Bali, ya, Bali….. Pulau dewata nan indah. Tak luput dari bunga dan sesajen. Saat itu Yeni, memasuki kamar mandi dan segambreng bunga sesajen tersimpan rapi didepan cermin. Kami berniat untuk melaksanakan sholat isya. Ya, kami memaklumi kalau mayoritas beragama non Muslim tapi, Musholahnya di jangan dibiarkan bau gitu donk mas. Mau tidak mau, dengan niat lilahita’ala kami pun sholat dengan alas sajadah yang bau na’uzubillah.
                Cacing diperut tak dapat dikompromi. Mereka sudah menonjok-nonjok perut kami dari tadi. Kami pun keluar Bandara dan……… Biasa aja. Mungkin ini pintu keluar jadi ga terlalu wah. Dengan gaya orang kaya padahal kere kami melewati setiap supir taksi yang mengampiri kami. troler yang mengangkut ransel dan koper pun tak lelah menemani kami mencari warung makan. KFC, mudah-mudahan ada dan masih buka. Jam menunjukan pukul 11:00 malam WITA. Sampai ujung pintu keluar, tak ada KFC atau warung nasi yang masih buka. Walhasil, kami pun memilih King Burger tempat kami untuk menyantap makan malam. Fried chicken dan nasi putih ditemani segelas lemon tea, mampu mengobati rasa lapar.
                Aha ! kalian tahu kawan, kenapa kami memilih King Burger ????
                Alasannya satu. Numpang duduk sambil nunggu matahari terbit ( nginep on the street / Gembel ). Luntang-lantung ( wow bahasa apa itu ?) maksudnya kesana-kesini ga ada tumpangan. Kami hinggap disini karena melihat dua bule Jepang yang tertidur dan membawa bekal banyak, di tambah lagi ada tulisan “24 Hour “. Akhirnya kami niatkan menghabiskan malam di bandara Ngurah Rai, tepatnya di King Burger.
                Dasar mata Ndeso, lihat bule cantik lirik, lihat bule Item ngelirik, lihat bule gemuk ngelirik, lihat bule Buluan ngelirik. Wow ! hahhaah itu kebiasaan kami selama di King Burger. Eh iya, ternyata ada cewek bermuka Chines yang tak jauh dari tempat kami duduk. Dia bersama satu perempuan, dan dua pria Indonesia. Tapi…. eh.. eh.. eh…. Kok dia naik di atas si pria indonesia. Waaaah ! ga bener nih .
                “Yan, itu tuh Cowok tahu, bukan cewe. Jadi dia cewe jadi-jadian” bisik temanku.
                “ah masa, tapi cantik loh, tapi.. iya.. kok ga ada…. ( sensor masih kecil )…..” hahahhaha…. Tenyata !
                Malam semakin larut. Tapi aktivitas bandara tidak pernah sepi. Bule domestic dan bule manca Negara masih hilir mudik di depan kami. dan akhirnya, kami bertemu panitia dan membawa kami ikut serta dalam mobil jemputan untuk Speaker. Hah ! muka nebeng, ya, Nebeng aja. To be Continue…….   

                                                                                                            Ngurah Rai, 24 Oktober 2013 



                   

No comments:

Post a Comment