Aku tak tahu tentang buku ini. Aku tak tahu tentang film ini. Aku juga tak tahu kalau buku ini best seller. Dan satu lagi aku tak tahu apa yang sedang aku tulis malam ini. Sebenarnya, waktu itu aku melihatnya di deretan buku best seller itu pun sudah lama sekali. Namun, ketika melihat iklan promosi film "99 Cahaya di Langit Eropa" di TV aku makin penasaran. “emang tentang apa sih, ah, paling tentang cinta lagi ga bakal jauh dari itu”Batinku waktu itu.
Waktu
berjalan. Akhirnya ketika aku melihat trailernya dari Youtube. “kayanya bagus
nih !” pikirku. Akhirnya tadi siang aku berangkat bersama temanku ke 21 Cinema.
Di depan
layar itu aku disuguhkan dengan sejuta pemandangan Indah khas Benua Biru (Eropa).
Tercengang, lalu berharap, “semoga bisa menginjakan kaki disana, amin”. Saat itu,
di ruangan yang gelap itu, aku dibawa masuk, mengikuti dan merasakan setiap
detail adegan yang di perankan oleh Rangga, seorang Mahasiswa penerima Beasiswa
S3 di Wina. Dia seorang muslim. Sedangkan teman-temannya beragama non muslim. Daging
ayam mungkin jarang ditemui tetapi
daging babi dijual dimana-mana.
Hanum,
seorang Muslim yang tidak berhijab, wanita yang berstatus istri Rangga ini
mulai bosan dengan kehidupan dia di Wina, dia hampir saja kembali ke Indonesia.
Tapi ketika pertemuannya dengan Fatma, seorang wanita berkebangsaan Turki di
tempat Kursus B.Jerman, hari-harinya berubah dan banyak memberikan pelajaran
berharga bagi dirinya. Fatma, Membawa kedamaian dan juga kerendahan hati Islam
dalam hari-harinya sebagai bukti bahwa Islam bukan agama teroris dan juga bukan
agama yang keras.
Islam,
memang menjadi agama minoritas di benua Biru. Tetapi peninggalannya sangat luar
biasa. Dalam film ini hanum diajak oleh Fatma untuk mengelilingi peninggalan
Islam. Kemudian dia pergi ke Paris dan bertemu dengan seorang Mualaf bernama
Marion Latimer, dia memberikan banyak pelajaran tentang keagungan Islam pada
zaman dulu di Negara menara Eiffel itu. Oya, aku lupa. Marion juga, memberikan satu kejutan, bahwa jika kita memperhatikan kerudung yang dipakai Bunda Maria, kita akan menemukan lafadz lailaha illa Allah dalam pinggiran kerudungnya yang berwarna putih. Subhanallah !
Masih
dengan Jiwa Rangga, saat dia dihadapkan dalam posisi dilemma antara sholat jum’at
atau mengikuti ujian, saat harus shalat di tempat umum, saat harus berhati-hati
dalam makan, dan juga saat dia dihadapkan oleh beberapa pertanyaan dari mulut
temannya Stefan, dia seorang Atheis.
“udahlah
ikut ujian saja”
“tapi,
aku harus shalat jum’at “
“memangnya
Tuhan kamu adannya Cuma hari Jum’at saja”
Hah
! lalu…… ketika dia mencoba untuk berpuasa, dan disaat ikut berbuka puasa
bersama Rangga, ada yang menggelitik dalam ucapannya.
“kalau
aku menjaga keselamatanku, itu tentu sudah aku pertimbangkan, aku tinggal bayar
ke Asuransi dan kantornya pun ada. Kalau Tuhan kamu Kantornya dimana Rangga ?” (
kurang lebih seperti itu dialognya J )
Stefan…
stefan…. !!!
Pada
akhirnya kamu (stefan) akan tahu begitu indahnya Islam. Film ini memberikanku
rasa untuk semakin semangat dan juga semakin percaya serta yakin bahwa Islam memang agama yang
Damai dan juga Indah. Mungkin pengalaman Rangga dan juga aku tidak jauh
berbeda, tapi bedanya aku di Bali, dia di Eropa. Ketika di Bali aku tak pernah
mendengar adzan berkumandang. Pada waktu shalat jum’at posisiku juga sama
dengan Rangga. Aku harus mengikuti seminar International dan harus shalat Jum’at
pada waktu bersamaan. Aku harus wudhu di wastafel saat berada di kamar hotel. Dan
Aku harus shalat di atas Kasur saat melaksanakan shalat 5 waktu dikamar. Ya,
begitulah, jika kita hidup dilingkungan minoritas. Semuanya harus kita jalani
dengan ikhlas, sabar dan bisa menjaga keimanan kita hanya untuk-Nya, Allah SWT.
Pokoknya
Beli Bukunya dan Tonton Filmnya !!!! ga nyesel percaya dech …. J
Di ruangan Pribadi, 05 Desember 2013
.jpg)
ya oke .... keren juga ....
ReplyDeletetunggu punya gw....
ahhhhh kesel tuh kalau keduluan hahahah
hahahah yehan... youpz. langsung share ke FB n' twitter yoo...
ReplyDelete