Wednesday, July 29, 2015

Solo Traveller (Kediri Part 1)

26 Juli 2015 tepat pada pukul 11:00 WIB aku berangkat ke kediri menggunakan bis malam Harapan Jaya. Kurang dari 2 jam melewati jalan tol aku transit di bekasi untuk ganti bis, karena bis yang tadi aku tumpangi ternyata jurusan Semarang. Tak lama setelah melaksanakan sholat dhuhur dan ashar yang aku qoshar, aku berangkat menggunakan bis nomor 19 tujuan kediri.
Hanya jalanan yang dipenuhi mobil dan motor yang menemani perjalananku, sesekali aku mengobrol dengan mas Agus yang duduk disebelahku. Ya, kali ini aku memang solo treveller, tak ada teman, tak ada kawan, dan juga tak ada sahabat backpacker yang selalu ada dalam setiap perjalananku. Kali ini aku sendiri, untungnya mas Agus yang sama-sama akan kediri mau diajak ngobrol, kalau tidak, ya Tuhan, apa yang terjadi dengan perjalananku, mungkin hanya diam, gelap dan pemandangan yang kurang asyik untuk dilihat yang menemani kesendirianku.
Waktu menunjukan pukul 16:00, kondektur bis meminta semua penumpang untuk mempersiapkan tiket makan malam. “makan malam dari mana, ini kan masih sore pak” batinku. Aku kira hanya becandaan, karena semua penumpang yang rata-rata berbahasa jawa semua pada cengengesan. Aku pun tak menghiraukannya, tapi ternyata betul juga, bis parkir didepan rumah makan milik PO Harapan Jaya. Ya Allah tahu gini, aku ga usah makan tadi, hmmm. Tapi ya sudahlah lumayan ganjel perut sampe kediri.
Bis pun berangkat meninggalkan rumah makan. Tak jauh dari sana, tiba-tiba aku heran kenapa banyak sekali orang-orang yang memengang sapu lidi di pinggir jalan, ya sapu lidi, aku kira mereka sedang membersihkan debu jalanan, tapi jalan itu bersih tidak ada lumpur atau apapun. Karena penasaran aku bertanya sama mas Agus, ternyata ia pun tidak tahu. Lama ku perhatikan, walaaaaaah ternyata mereka sedang mengambil koin yang dilempar oleh para pemudik.
Ya, pemudik, karena saat ini masih musim mudik atau arus balik. Jika diperhatikan meraka itu seperti manusia koin yang ada di Merak atau bakauheni Lampung. Bedanya jika di Merak atau bakauheni manusia koin ini mengambil koin dengan cara menyeburkan diri demi mendapatkan koin yang dilempar oleh penumpang kapal ke laut, jika di daerah yang kalau tidak salah Indramayu ini mereka mendapatkan koin dengan cara menyodorkan sapu lidi kejalanan untuk mengambil koin yang dilempar oleh pemudik. Aku tak tahu hal ini biasa terjadi pada saat musim mudik saja atau hari-hari biasa. Well, this is very unic.
Indramayu, Brebes, Tegal, aku pun tertidur, waktu sudah menunjukan pukul 22:30 aku sudah tiba di Semarang lalu masuk jalan tol arah Solo/Surabaya, malam pun kembali menyelimutiku.

26 July 2015
On The Way to Kediri, East Java.

No comments:

Post a Comment