26 Juli 2015 tepat pada
pukul 11:00 WIB aku berangkat ke kediri menggunakan bis malam Harapan Jaya.
Kurang dari 2 jam melewati jalan tol aku transit di bekasi untuk ganti bis,
karena bis yang tadi aku tumpangi ternyata jurusan Semarang. Tak lama
setelah melaksanakan sholat dhuhur dan ashar yang aku qoshar, aku berangkat
menggunakan bis nomor 19 tujuan kediri.
Hanya jalanan yang
dipenuhi mobil dan motor yang menemani perjalananku, sesekali aku mengobrol
dengan mas Agus yang duduk disebelahku. Ya, kali ini aku memang solo treveller,
tak ada teman, tak ada kawan, dan juga tak ada sahabat backpacker yang selalu
ada dalam setiap perjalananku. Kali ini aku sendiri, untungnya mas Agus yang
sama-sama akan kediri mau diajak ngobrol, kalau tidak, ya Tuhan, apa yang
terjadi dengan perjalananku, mungkin hanya diam, gelap dan pemandangan yang
kurang asyik untuk dilihat yang menemani kesendirianku.
Waktu menunjukan pukul
16:00, kondektur bis meminta semua penumpang untuk mempersiapkan tiket makan
malam. “makan malam dari mana, ini kan masih sore pak” batinku. Aku kira hanya
becandaan, karena semua penumpang yang rata-rata berbahasa jawa semua pada
cengengesan. Aku pun tak menghiraukannya, tapi ternyata betul juga, bis parkir
didepan rumah makan milik PO Harapan Jaya. Ya Allah tahu gini, aku ga usah
makan tadi, hmmm. Tapi ya sudahlah lumayan ganjel perut sampe kediri.
Bis pun berangkat
meninggalkan rumah makan. Tak jauh dari sana, tiba-tiba aku heran kenapa banyak
sekali orang-orang yang memengang sapu lidi di pinggir jalan, ya sapu lidi, aku
kira mereka sedang membersihkan debu jalanan, tapi jalan itu bersih tidak ada
lumpur atau apapun. Karena penasaran aku bertanya sama mas Agus, ternyata ia
pun tidak tahu. Lama ku perhatikan, walaaaaaah ternyata mereka sedang mengambil
koin yang dilempar oleh para pemudik.
Ya, pemudik, karena
saat ini masih musim mudik atau arus balik. Jika diperhatikan meraka itu
seperti manusia koin yang ada di Merak atau bakauheni Lampung. Bedanya jika di
Merak atau bakauheni manusia koin ini mengambil koin dengan cara menyeburkan
diri demi mendapatkan koin yang dilempar oleh penumpang kapal ke laut, jika di
daerah yang kalau tidak salah Indramayu ini mereka mendapatkan koin dengan cara
menyodorkan sapu lidi kejalanan untuk mengambil koin yang dilempar oleh
pemudik. Aku tak tahu hal ini biasa terjadi pada saat musim mudik saja atau
hari-hari biasa. Well, this is very unic.
Indramayu, Brebes,
Tegal, aku pun tertidur, waktu sudah menunjukan pukul 22:30 aku sudah tiba di
Semarang lalu masuk jalan tol arah Solo/Surabaya, malam pun kembali menyelimutiku.26 July 2015
On The Way to Kediri, East Java.
No comments:
Post a Comment