By
: Yan Van Java
Dinginnya malam tak
membuatku patah semangat. Terus ku melangkahkan kaki diatas salju yang tebal
itu. Sepatu bolong, dingin yang mencapai minus menyusup masuk kedalam pori-pori
kakiku, Sakit rasanya. mungkin kakiku sudah merah dan membengkak, perih. Tiba-tiba
saja handphoneku bergetar, ternyata ada sms dari nomor yang selama ini
tersimpan rapi dalam handphoneku. Ku buka sms itu.
klo
aku bca… itu akn mmbuat aku sdih.
Sdih
knpa ?” aku balas menjawabnya dengan tangan yang sulit
kukendalikan karena dinginya udara malam ini.
Klo
kmu mash inget sm aku, pasti kmu ngersain apa yang aku rasain sekrng.
Itulah sms darinya,
yang sampai saat ini belum pernah ku jawab kembali. Sulit, terlalu sulit untuk ku
ungkapkan. Aku tahu, dia adalah wanita yang telah lama mengikat hatiku sampai
aku tak sanggup terbang bebas untuk menemukan yang baru. Terlalu kuat ikatan
yang telah dia kunci dalam hatiku.
Temanku berkata “
tenyata dalam kekosongan yang sering kulihat, kamu menyimpan seseorang yang
sulit kamu lupakan. Tapi begitu indah, sesulit apapun, tetap berada diposisi
itu bukankah hal yang menyenangkan, sulit melupakan berarti sesuatu itu telah
terpatri dalam, dalam hatimu”.
Sulit, ya memang
terlalu sulit. Mungkin nama itu telah tergores begitu dalam didalam hati. Aku merasakannya ketika sedang sendiri. Dia
selalu menemaniku atau pun menghiburku atau mungkin sebaliknya aku yang yang
menghibur dan menemaninya. Maaf bukannya aku lupa kapadamu, bukannya aku tidak
merasakan apa yang sedang kamu rasakan.
Bukannya aku… ah!, sulit untuk ku ungkapkan.
Lama kuterdiam dalam
dinginya salju yang turun begitu lembut. Merasakan hati yang mulai meleleh oleh
salju tapi tidak dengan kakiku. Tak terasa kaki yang terbungkus sepatu bolong
kini mengeluarkan darah yang cukup banyak. Hingga meninggalkan jejak merah
diatas salju yang putih. Aw ! sakit,…. perih !.
Ku rogok saku celanaku,
tak ada sepeser pun yang berhasil kutarik. Kurogok saku yang berada dimantelku
berharap ada $1 atau $2 yang bisa ku gunakan untuk membeli obat. Tapi semua
kosong tak tersisi. Lalu kuteruskan langkah ditemani alunan lagu Cinta dan
benci dari Geisha. Walaupun kaki terasa sakit dan perih.
Sungguh aku tak bisa
Sampai kapan pun tak bisa
Membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu
Sulit untuk ku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala
Cinta dan benci yang kurasa…….
Tiba-tiba bayangan masa
lalu hinggap didepan mataku. Begitu indah, sungguh indah. aku tak sanggup
menggambarkannya. Dia menemani hari-hariku, dia menghiburku, dia terlalu indah
untuk orang sepertiku. Mataku tak mampu melihat dengan jelas. Semua terasa
remang-remang, apa yang terjadi padaku Tuhan. Tolong lindungi aku. Tuhan
engkaulah sang pemilik cinta sejati.
***
Dia memang terlalu
indah untuku. Jika saja pada waktu itu kami tak pernah bertemu mungkin hatiku
telah jatuh kedalam perangkap wanita lain. Waktu itu….. sore menjelang magrib
saat kami pulang sekolah. Tiba-tiba saja dia menghampiriku, kemudian
mengajakanku untuk pulang bersamanya. Laki-laki mana yang akan menolak ajakan
bidadari yang turun dari kayang ini. Hanya laki-laki homo saja yang mungkin
menolaknya. Itu adalah awal dari kisah cintaku yang tak pernah tertebak.
Sudah hampir tiga tahun
lebih kami bersama. Memahami sifat satu sama lain. Mengerti hal yang disukai
dan hal paling tidak disukai. Tapi ada satu yang masih belum aku dan dia
mengerti yaitu Cinta antara kami berdua. Sebenarnya sinyal itu sudah lama
menyala dalam hatiku. Dan mungkin dia pun sama. Tapi sayang aku tak sanggup
untuk menggungkapkannya.
Hingga suatu hari dia menerima seseorang untuk
menemani kesepiannya. Dari sanalah aku merasa bersalah, sedih, menyesal,
kecewa, sampai aku mengutuk diriku sendiri sebagai orang paling Bodoh sedunia.
Karena aku membiarkan rasa cinta terkunci rapat dalam hati. Sejak saat itu aku
putuskan untuk fokus terhadap masa depanku. Membiarkan hatiku terkunci rapat.
Membuka lembaran baru dan menutup buku lama yang hanya akan membuatku teringat
kembali padanya.
Sebelum keberangkatanku
ke Paris. Aku sempatkan diri untuk menemuinya walaupun hanya beberapa menit
saja. Ingin kukatakan semua yang ada didalam hatiku. Malam hari sebelum
kubertemu dengannya. Ku mencoba merangkai kata-kata indah sebagai bahan
pembuka. Tapi aku tidak bisa, menurutku itu hal paling berlebihan. Akan aku
katakan sejujurnya dan apa adanya.
Keesokan harinya di
taman kota.
“ maafkan aku, jika
selama ini hanya mengagumimu dari belakang. aku ga bermaksud bikin kamu sakit
hati. Aku ga bermaksud untuk menyembunyikan rasa ini sama kamu. Tapi aku…. “
“tapi apa…? kamu ga
berani untuk memulai jatuh cinta, kamu takut, kamu ga siap?!” Tanya dia dengan
air mata yang mulai keluar dari ujung matanya.
“bukan itu. Tapi aku,
aku hanya tidak mau mengungkapkannya kepadamu. Karena menurutku semua cinta dan
sayangku sudah jelas didalam kebersamaan kita. Tapi kenapa kamu masih tidak
memahaminya?” tak terasa air mataku jatuh sambilku coba memegang jari
jemarinya, namun ia menghindar.
“apakah kamu sayang dan
cinta kepadaku?”
“tentu, aku sayang dan
cinta kamu”
“lalu kenapa kamu tidak
ungkapkan itu kepadaku, berarti kamu takut, takut untuk memulai cinta!” pandangan
matanya tajam seperti ingin menusuk mataku sampai hatiku.
“sudah ! hanya ini yang
bisa kukatakan padamu, cinta….! Boleh aku mengatakan sesuatu, satu kali ini
saja” sambil ku memegang tangannya, dan ia pun mengangguk kepalanya.
“Aku Cinta Kamu.
Selamat tinggal” aku pergi meninggalkan, dan ia tampak menundukan kepala.
Bayangannya selalu
mengikutiku. Sulit bagiku untuk melupakan sesosok makhluk tuhan yang paling
indah itu. Namun Ketika kuberada dipesawat dalam perjalananku menuju Paris, aku
berusaha untuk belajar melupakannya, sejenak saja. Akhirnya Aku teringat oleh
Film India yang tak sengaja kutonton karena pada waktu itu kakak perempuanku
yang memulainya. Film itu berjudul jab
tak hai jaan Aku pun tahu apa artinya, yang jelas aku bisa mengartikanya
lewat setiap adegan yang dibintangi oleh artis papan atas bollywood Shahrukh khan
bersama dua wanita cantik.
Salah satu wanita
cantik itu bernama Mira adalah gadis pertama yang dicintai Samar Anand (sahrukh
khan), dan yang satu lagi adalah Akira wanita pekerja di Discovery channel
London yang hadir pada kehidupan Samar setelah ia menjadi tentara penjinak bom
India. Sayangnya film yang aku tonton ini sudah berjalan setengah jam, jadi aku
tak tahu awal ceritanya. Yang ku tahu Akira diperbolehkan membuat Film
dokumenter segala kegiatan tentara termasuk Samar. Tentu saja karena Akira
menaruh hati kepada Samar, hanya saja Samar tak menghiraukannya. Hingga suatu
hari akhirnya mereka jadian dan Akira kembali ke London untuk menyerahkan film
dokumenternya yang telah ia janjikan kepada produser dan ia menamai film
tersebut dengan The Man who cannot Die.
Tapi satu masalahnya ia harus membawa Samar ke London jika ingin filmnya
diputar.
Samar yang sedang bertugas tidak bisa pergi ke
London. Tapi itu hanya candaannya saja, Samar akhirnya ke London dan menemui
Akira. Akira pun senang setengah mati sampai ia jingkrak-jingkrakan di jalan
tanpa memperhatikan kendaraan yang lewat, syukur tidak ada mobil yang menabrak
wanita cantik setengah gila ini karena Samar datang ke London. Tiba-tiba “Akira
awas !” teriak Samar sambil mendorong Akira. Akira selamat tapi Samar tertabrak
yang mengakibatkan ingatnya kembali ke sepuluh tahun silam. Dimana dia pernah
mengalami kecelakan motor dan merajut cinta bersama Mira.
Akira pun harus
merelakan Samar, sang tentara pujaannya bersama Mira wanita pertama dalam hidup
Samar. Sebenarnya Akira tak rela jika Samar jauh dalam hari-harinya. Tapi ini
semua demi mengembalikan ingatan Samar kemasa dimana ia sekarang, bukan dimasa
ia dulu. Syuting yang berlatarkan kota London yang modern dan suasana camp
tentara penjinak bom, membuat film ini sungguh indah, walaupun banyak konflik
yang ditimbulan tapi film ini berhasil menyihirku masuk dalam dunia mereka. Good Job !.
Aku berhasil melupakannya sejenak bahkan lebih. Tapi dia
selalu saja hadir ketika aku ingin memulai hidupku yang baru. Sampai saat ini,
sampai detik ini. Dan aku merasakan bahwa ia ingin kembali, kembali dalam
hidupku. Apa yang harus kulakukan Tuhan?!. Kuserahkan semuanya padamu, wahai
Tuhan sang pemilik Cinta……………………
Selesai
Serang,
31 Maret 2013
No comments:
Post a Comment