Sunday, March 31, 2013

DIA


By : Yan Van Java 

Dinginnya malam tak membuatku patah semangat. Terus ku melangkahkan kaki diatas salju yang tebal itu. Sepatu bolong, dingin yang mencapai minus menyusup masuk kedalam pori-pori kakiku, Sakit rasanya. mungkin kakiku sudah merah dan membengkak, perih. Tiba-tiba saja handphoneku bergetar, ternyata ada sms dari nomor yang selama ini tersimpan rapi dalam handphoneku. Ku buka sms itu.
klo aku bca… itu akn mmbuat aku sdih.
Sdih knpa ?” aku balas menjawabnya dengan tangan yang sulit kukendalikan karena dinginya udara malam ini.
Klo kmu mash inget sm aku, pasti kmu ngersain apa yang aku rasain sekrng.
Itulah sms darinya, yang sampai saat ini belum pernah ku jawab kembali. Sulit, terlalu sulit untuk ku ungkapkan. Aku tahu, dia adalah wanita yang telah lama mengikat hatiku sampai aku tak sanggup terbang bebas untuk menemukan yang baru. Terlalu kuat ikatan yang telah dia kunci dalam hatiku.
Temanku berkata “ tenyata dalam kekosongan yang sering kulihat, kamu menyimpan seseorang yang sulit kamu lupakan. Tapi begitu indah, sesulit apapun, tetap berada diposisi itu bukankah hal yang menyenangkan, sulit melupakan berarti sesuatu itu telah terpatri dalam, dalam hatimu”.
Sulit, ya memang terlalu sulit. Mungkin nama itu telah tergores begitu dalam didalam hati.  Aku merasakannya ketika sedang sendiri. Dia selalu menemaniku atau pun menghiburku atau mungkin sebaliknya aku yang yang menghibur dan menemaninya. Maaf bukannya aku lupa kapadamu, bukannya aku tidak merasakan apa yang sedang kamu rasakan.  Bukannya aku… ah!, sulit untuk ku ungkapkan.
Lama kuterdiam dalam dinginya salju yang turun begitu lembut. Merasakan hati yang mulai meleleh oleh salju tapi tidak dengan kakiku. Tak terasa kaki yang terbungkus sepatu bolong kini mengeluarkan darah yang cukup banyak. Hingga meninggalkan jejak merah diatas salju yang putih. Aw ! sakit,…. perih !.
Ku rogok saku celanaku, tak ada sepeser pun yang berhasil kutarik. Kurogok saku yang berada dimantelku berharap ada $1 atau $2 yang bisa ku gunakan untuk membeli obat. Tapi semua kosong tak tersisi. Lalu kuteruskan langkah ditemani alunan lagu Cinta dan benci dari Geisha. Walaupun kaki terasa sakit dan perih.
Sungguh aku tak bisa
Sampai kapan pun tak bisa
Membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu
Sulit untuk ku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala
Cinta dan benci yang kurasa…….

Tiba-tiba bayangan masa lalu hinggap didepan mataku. Begitu indah, sungguh indah. aku tak sanggup menggambarkannya. Dia menemani hari-hariku, dia menghiburku, dia terlalu indah untuk orang sepertiku. Mataku tak mampu melihat dengan jelas. Semua terasa remang-remang, apa yang terjadi padaku Tuhan. Tolong lindungi aku. Tuhan engkaulah sang pemilik cinta sejati.
***
Dia memang terlalu indah untuku. Jika saja pada waktu itu kami tak pernah bertemu mungkin hatiku telah jatuh kedalam perangkap wanita lain. Waktu itu….. sore menjelang magrib saat kami pulang sekolah. Tiba-tiba saja dia menghampiriku, kemudian mengajakanku untuk pulang bersamanya. Laki-laki mana yang akan menolak ajakan bidadari yang turun dari kayang ini. Hanya laki-laki homo saja yang mungkin menolaknya. Itu adalah awal dari kisah cintaku yang tak pernah tertebak.
Sudah hampir tiga tahun lebih kami bersama. Memahami sifat satu sama lain. Mengerti hal yang disukai dan hal paling tidak disukai. Tapi ada satu yang masih belum aku dan dia mengerti yaitu Cinta antara kami berdua. Sebenarnya sinyal itu sudah lama menyala dalam hatiku. Dan mungkin dia pun sama. Tapi sayang aku tak sanggup untuk menggungkapkannya.
 Hingga suatu hari dia menerima seseorang untuk menemani kesepiannya. Dari sanalah aku merasa bersalah, sedih, menyesal, kecewa, sampai aku mengutuk diriku sendiri sebagai orang paling Bodoh sedunia. Karena aku membiarkan rasa cinta terkunci rapat dalam hati. Sejak saat itu aku putuskan untuk fokus terhadap masa depanku. Membiarkan hatiku terkunci rapat. Membuka lembaran baru dan menutup buku lama yang hanya akan membuatku teringat kembali padanya.
Sebelum keberangkatanku ke Paris. Aku sempatkan diri untuk menemuinya walaupun hanya beberapa menit saja. Ingin kukatakan semua yang ada didalam hatiku. Malam hari sebelum kubertemu dengannya. Ku mencoba merangkai kata-kata indah sebagai bahan pembuka. Tapi aku tidak bisa, menurutku itu hal paling berlebihan. Akan aku katakan sejujurnya dan apa adanya. 
Keesokan harinya di taman kota.
“ maafkan aku, jika selama ini hanya mengagumimu dari belakang. aku ga bermaksud bikin kamu sakit hati. Aku ga bermaksud untuk menyembunyikan rasa ini sama kamu. Tapi aku…. “
“tapi apa…? kamu ga berani untuk memulai jatuh cinta, kamu takut, kamu ga siap?!” Tanya dia dengan air mata yang mulai keluar dari ujung matanya.
“bukan itu. Tapi aku, aku hanya tidak mau mengungkapkannya kepadamu. Karena menurutku semua cinta dan sayangku sudah jelas didalam kebersamaan kita. Tapi kenapa kamu masih tidak memahaminya?” tak terasa air mataku jatuh sambilku coba memegang jari jemarinya, namun ia menghindar.
“apakah kamu sayang dan cinta kepadaku?”
“tentu, aku sayang dan cinta kamu”
“lalu kenapa kamu tidak ungkapkan itu kepadaku, berarti kamu takut, takut untuk memulai cinta!” pandangan matanya tajam seperti ingin menusuk mataku sampai hatiku.
“sudah ! hanya ini yang bisa kukatakan padamu, cinta….! Boleh aku mengatakan sesuatu, satu kali ini saja” sambil ku memegang tangannya, dan ia pun mengangguk kepalanya.
“Aku Cinta Kamu. Selamat tinggal” aku pergi meninggalkan, dan ia tampak menundukan kepala.   
Bayangannya selalu mengikutiku. Sulit bagiku untuk melupakan sesosok makhluk tuhan yang paling indah itu. Namun Ketika kuberada dipesawat dalam perjalananku menuju Paris, aku berusaha untuk belajar melupakannya, sejenak saja. Akhirnya Aku teringat oleh Film India yang tak sengaja kutonton karena pada waktu itu kakak perempuanku yang memulainya. Film itu berjudul jab tak hai jaan Aku pun tahu apa artinya, yang jelas aku bisa mengartikanya lewat setiap adegan yang dibintangi oleh artis papan atas bollywood Shahrukh khan bersama dua wanita cantik.
Salah satu wanita cantik itu bernama Mira adalah gadis pertama yang dicintai Samar Anand (sahrukh khan), dan yang satu lagi adalah Akira wanita pekerja di Discovery channel London yang hadir pada kehidupan Samar setelah ia menjadi tentara penjinak bom India. Sayangnya film yang aku tonton ini sudah berjalan setengah jam, jadi aku tak tahu awal ceritanya. Yang ku tahu Akira diperbolehkan membuat Film dokumenter segala kegiatan tentara termasuk Samar. Tentu saja karena Akira menaruh hati kepada Samar, hanya saja Samar tak menghiraukannya. Hingga suatu hari akhirnya mereka jadian dan Akira kembali ke London untuk menyerahkan film dokumenternya yang telah ia janjikan kepada produser dan ia menamai film tersebut dengan The Man who cannot Die. Tapi satu masalahnya ia harus membawa Samar ke London jika ingin filmnya diputar.
Samar  yang sedang bertugas tidak bisa pergi ke London. Tapi itu hanya candaannya saja, Samar akhirnya ke London dan menemui Akira. Akira pun senang setengah mati sampai ia jingkrak-jingkrakan di jalan tanpa memperhatikan kendaraan yang lewat, syukur tidak ada mobil yang menabrak wanita cantik setengah gila ini karena Samar datang ke London. Tiba-tiba “Akira awas !” teriak Samar sambil mendorong Akira. Akira selamat tapi Samar tertabrak yang mengakibatkan ingatnya kembali ke sepuluh tahun silam. Dimana dia pernah mengalami kecelakan motor dan merajut cinta bersama Mira.
Akira pun harus merelakan Samar, sang tentara pujaannya bersama Mira wanita pertama dalam hidup Samar. Sebenarnya Akira tak rela jika Samar jauh dalam hari-harinya. Tapi ini semua demi mengembalikan ingatan Samar kemasa dimana ia sekarang, bukan dimasa ia dulu. Syuting yang berlatarkan kota London yang modern dan suasana camp tentara penjinak bom, membuat film ini sungguh indah, walaupun banyak konflik yang ditimbulan tapi film ini berhasil menyihirku masuk dalam dunia mereka. Good Job !.
            Aku berhasil melupakannya sejenak bahkan lebih. Tapi dia selalu saja hadir ketika aku ingin memulai hidupku yang baru. Sampai saat ini, sampai detik ini. Dan aku merasakan bahwa ia ingin kembali, kembali dalam hidupku. Apa yang harus kulakukan Tuhan?!. Kuserahkan semuanya padamu, wahai Tuhan sang pemilik Cinta……………………

Selesai
Serang, 31 Maret 2013
  


No comments:

Post a Comment