Wednesday, March 20, 2013

Jogja I'm Falling In Love


By : Yan Van Java

Catatan ini sebenarnya sudah aku tulis sejak Februari 2012 lalu ketika aku dan ketujuh orang temanku yaitu Rohmat (mamet), Umu, Lea, Dena, Erlis, Yuli, dan Noval pergi ke kota batik atau kota pelajar, ya betul Yogyakarta ibu kota pertama Indonesia sebelum di pindahkan ke Jakarta.
                        Siang itu Sabtu, 04 February 2012 menjadi awal langkah pertamaku pergi ke kota jogja. Jam 10 pagi aku pamit kepada kedua orang tuaku (cieee pamit, mau di sebuut anak soleh ya yan hahha) karena jam 11 kami harus sudah berkumpul dihalte Untirta Serang-Banten, tapi ya buktinya kebudayaan ngaret masih saja di pelihara. Akhirnya jadwal berangkat ke stasiun Tanah abang di tunda sampai jam 12:30. Mobil Arimbi perlahan bergerak memasuki jalan Tol menuju terminal kaliideres.
Matahari bergerak mengikuti waktu, kami pun sampai di terminal kalideres  dan di ajak muter-muter oleh Busway (ko bisa sih yan?) ya, bisa laaah wong ga nanya dulu geh. Setelah bertanya ternyata tidak ada Busway yang menuju ke stasiun. Ya ampuun terus ngapain dari tadi kita muter-muter, hah !. kami pun turun dari busway dan bertanya kepada salah satu tukang ojek, katanya kalau mau ke stasiun naik mobil angkot no … (maaf aku lupa) paling juga bayar Rp. 4.000-,. Tidak menunggu lama akhirnya angkot yang kami tunggu pun datang.
Namanya Jakarta pasti banyak jalan, kami di ajak muter-muter lagi sama sang supirr demi menghibur keadaan yang lagi Galau maka salah satu temanku Mamet menghibur ria dengan Bajaj yang berada di belakang kami yang sedang beradu balap dengan bajaj yang lainnya. Hahhaha mana berisisk lagi tu bajaj.
            Jam 15:12 kami sampai di stasiun tapi kami masih harus menunggu karena jadwal keberangkatan kereta Bengawan jurusan Jakarta-Solo akan berangkat pada jam 19:40. Sengaja kami memilih kereta untuk perjalanan ke jogja disamping Murah kami pun ingin merasakan hawa kereta yang membawa kami semalaman dari Jakarta ke jogja. karena jika naik bus bugjet yang kami keluarkan pun harus sedikit mahal (hehhe maaf bukannya hemat tapi yaa kami memang cinta dengan backpacker).
Tidak usah banyak omong lagi, setelah selesai menunaikan ibadah sholat magrib dan isya kami pun beranjak kedalam gerbong kereta memilih-milih tempat duduk yang sesuai dengan nomer tiket kami akhirnya bisa santai juga, haaaaah.   Tapi…. “maaf ini tempat duduk saya” pinta salah seorang penumpang pria kepada temanku. “maaf mas ini tempat duduk kami, sesuai dengan tiketnya ko” sahut Yuli ketua dalam perjalananku. “mbak ini tempat duduk saya, no 14A gerbong 08, kalau mbak no 14A gerbong 03” jawabnya dengan logat khas orang jawa. “emang ini gerbong 08 ya, walaaah maaf-maaf aku salah, hahahahah” sambil meminta maaf dan beranjak dengan ransel-ransel kami. (huuuuh udah ngotot-ngotot eeeh salaaah, hhahahah).
Sesampainya di tempat yang benar aku pun segera meluruskan kaki dan meletakan ranselku ditempat penyimpanan yang tepat berada di atasku. Kereta mulai bergerak bersama angin malam yang siap menyambut kami. Jogja we are coming………………… !!!
BOROBUDUR Temple, central java-Indonesia
             Dinginya malam yang masuk dari pentilasi udara yang menganga lebar, membuat kami mengkerut mencari posisi yang bisa menghangatkan tubuh kami, satu persatu petugas kereta mulai berkeliaran menawarkan bantal-bantal yang empuk yang bisa memanjakan kepala yang pegal ini. tapi ets, tentu tidak gratis semuanya harus bayar. dari pada gitu lebih baik ga dehh bray!.
malam semakin larut dan semakin banyak pula para pedagang asongan dan pedagang nasi berkeliaran menjelajahi setiap gerbong, hal ini adalah pemandangan yang baru pertama kali aku saksikan selama ini, sungguh indah hahha. Selama 10 jam lebih dalam kereta akhirnya pantat yang pegel ini mulai di manjakan dengan sunrise yang menghiasi hijaunya persawahan  yang ada di sepanjang jalan. Kita kan tidak tahu kita harus turun dimana, lagi-lagi malu bertanya sesat di jalan kami alami. Kami telah melewati stasiun pemberhentian yang seharusnya yaitu stasiun Tugu, untungnya masih ada stasiun lempuyangan yang masih berbaik hati menerima kami kalau tidak liburan kami bakal babak belur karena kami harus turun di Solo (huh lebaaaay loe).
 Dari stasiun kami dijemput oleh keluarga Yuli untuk sekedar beristirahat dan bersih-bersih badan. Sebelum jam 10 pagi kami harus sudah tiba dikraton jogja karena hari ini tanggal 15 februari 2012 dan dalam kalender islamnya hari ini tanggal 12 robiul awal harii lahirnya Nabi Muhammad SAW maka sebagai tradisi dan warisan leluhur kraton jogja dan masyarakat jogja sering mengadakan acara yang di Sebut Grebeg Sekaten yang di mulai dari keeraton jogja dan berakhir di alun-alun kota (info ini kami dapat dari saluran televisi yang menginformasikan acara tersebut, awalnya kami tidak tahu heheh ). Tapi kami hanya menyaksikan di kratonnya saja sampai tugu pahlawan karena terlalu jauh dan kami pun masih ingin menikmati suasana jogja. Setelah sholat duhur kami pun melanjutkan perjalanan kami ke kota magelang tempat menginap kami selanjutnya. Hanya butuh beberapa jam untuk tiba di lereng bukit magelang ini dan kami langsung di sambut dengan keindahan dan dinginya magelang. Malam pun semakin larut burung-burung pun kembali kesangkarnya.
                        Jam 09:00 tanggal 16 Februari 2012 kami lanjutkan perjalanan kami menuju salah satu keajaiban dunia yang dimiliki Indonesia yaitu BOROBUDUR. Borobudur sendiri telah menjadi icon jawa tengah di samping batik dan wayang kulitnya dan ia menjadi pusat tempat peribadatan umat budha di seluruh indonesia. Borobudur telah menjadi salah satu tempat yan harus dikunjungi bagiku karena dengan status orang indonesia tapi belum kenal dan belum mengijakan kaki di Borobudur rasanya kurang afdhol (emang iya yan, lebay lah).
bertapa didekat setupa, merasakan energi mistis. hiiiii ... 
 Setelah banyak omong dan bercerita pada kalian kawan, akhirnya tubuhku ini tersengat magnet Borobudur yang memaksa kami harus menikmati andong (kendaraan gerobak yang di tarik oleh kuda). Bola besar itu seakan membakar indahnya keajaiban dunia ini, dengan berbalut kain batik yang di berikan petugas kami pun langsung pergi dan mengambil posisi ala model-model fasion, berpose riaaaa cekrek !. tangga demi tangga sudut demi sudut Borobudur telah menyiksa hatiku, karena aku senang bisa menginjakan kaki dan sempat memeluk salah satu setupa yang tak tertutup walaupun sudah dilarang oleh petugas tapi yaaa aku ga mau menyia-nyiakannya (eits, jangan ditiru ya heheh).
Borobudur memang sudah dikenal dunia terbukti banyak orang asing yang datang berkunjung ke sini. Banyak turis asing yang sudah menjadi korban kami (apa…?! Korban ?, loe apain mereka), yaaaa jangan negative thinking dulu dong maksudnya korban kejahilan kami untuk meminta foto bersama, lumayan mumpung di jogja kalau di Serang kan jarang nemu yang kaya ginian hahahhaah.
Muter lagi muter lagi pusiiing nih, maka kamii putuskan untuk mengakhiri penjelajahan kami di Borobudur dan kembali ke Jogja. Dasar hidup ngebolang jadinya kami hanya berjalan kaki menuju tempat pemberhentian bus tapi sebelum itu kami melakukan sholat ashar dulu di salah satu masjid terdekat lumayan juga kalau jalan kaki dari Borobudur sampe ke tempat bus. Dengan modal Tanya-tanya, akhirnya bus jurusan jogja kami dapat tapi ada yang menarik perhatianku (apa yan?) tiga cewek bule yang cantik, tinggi seperti difilm-film Hollywood itu bray.
Dengan rasa penasaran aku dekati mereka yang sedang sibuk bertanya-tanya pada kondektur yang dia tidak paham dengan b.inggris (sebenarnya b.inggris aku juga kurang heheh ), “where do u want to go?” tanyaku, “we want to go to jogja” jawab salah satu dari mereka yang aku lihat matanya yang sipit sepertinya dia orang china. “this bus will go to jogja, come on !” ajakku pada mereka.
Bus pun mulai bergerak meninggalkan magelang. Ditengah-tengah perjalanan kami berbincang-bincang dengan ketiga bule itu yang aku tahu mereka bernama shine cewek yang berperawakan tinggi semampai seperti atlit, kim cewek keturunan china, dan satu lagi yang duduk di depanku ialah…. (lupa, habis sush banget namanya) mereka bertiga berasal dari amerika yang sedang melakukan traveling keliling asia dan tujuan pertama mereka adalah Bali.
Ketiga cewek bule ini ke Jogja hanya untuk mengejar jadwal kereta yang akan berangkat ke Jakarta pada pukul 19:00 di stasiun Tugu dan bule yang ada di depanku bertanya tentang tempat-tempat wisata dan makanan khas Jakarta apa saja, lalu ku jawab tempat wisata yang bisa di kunjung di Jakarta banyak banget diantaranya kota tua, TMII, MONAS dan untuk makanan khasnya kerak telor, selendang mayang dan masih ada lagi (maaf ya orang betawai kalau petunjukku ada yang salah).
Kami pun sudah memasuki wilayah jogja dan diteruskan dengan menaiki busway jogja, (ternyata bukan Jakarta doank yang punya busway hehehe). Langsung saja deh bray !. ternyata dikawasan Malioboro yang menjadi tempat terakhirr tujuan kami Rame banget ada apa ya? Walaaaalah ternyata akan ada Dragon festival untuk memperingati hari raya imlek. “Waktu wisata yang tepat” pikirku, ya gimana tidak pertama kami datang ke jogja kami disambut dengan acara grebeg sekaten terus pas ke jogja lagi ada Dragon festival waaaaaaaaah seneng banget kawan bisa menyaksikan acara kebudayan indonesia ini yang hanya di adakan 1 tahun sekali.
Pawai Dragon akan dilaksanakan tepat pukul 18:00 jadi masih nunggu beberapa menit lagi, dari pada cengo mending keliling-keliling pasar malioboro yang sudah terkenal ke mancanegara ini. Banyak souvenir yang bisa di jadikan oleh-oleh buat keluarga, teman dan kerabat diantaranya gantungan kunci, baju batik, baju kaos bermotif "I LOVE JOGJA" atau pun yang lainnya. Karena harus menunggu jadwal kereta lama ketiga bule itupun memutuskan untuk ikut shopping bersama kami. Walhasil aku memberikan 1 buah gantungan kunci bermotif tugu jogja kepada mereka (yan, bukannya mereka bertiga ko loe kasih 1 doang madit amat loe !) hey, bukannya aku pelit tapi kantongku sudah tipis bray. Sudah-sudah jangan bersahabat ! hahha.
Waktu yang ditunggu-tunggu wisatawan dan warga jogja pun datang satu persatu parade naga dan barongsay mulai menampakkan dirinya dengan diiring music khas warga tionghoa parade ini panjang banget bray ditambah lagi ditutup dengan iring-iringan naga yang panjangnya mencapai beberapa meter woooooow. Rasa haru pun menyelimutiku tak terasa waktu begitu berjalan cepat, secepat pertemuanku bersama ketiga bule ini. mereka harus segera pergi mengejar kereta di Stasiun Tugu.
eksis dlu bersama bule. hehehe
Sebelum mereka beranjak dari hadapan kami. mereka ingin berfoto bersama sebagai tanda bahwa indonesia adalah negeri yang ramah seramah sikap kami yang menjadi guide dadakan + gadungan, hahahha. “salaman” ajaku sambil mengulurkan tangan kepada mereka. kulihat semua raut wajah mereka saling menatap kaget dan heran terhadap apa yang aku lakukan. “sa..laa.. maan ya sa-la-man, what is it?” masih dalam wajah yang penuh tanda tanya. “salaman is the tradition of Indonesian for saying good bye or welcome” jawabku dengan b.inggris yang terbata –bata, yang pentig mereka ngerti lah. See you later my friend in this short meeting I hope we can meet again in the other place and thank you for visiting our beautifull country it’s rich of the cultre, languanges and suku-suku (heheheh) we called INDONESIA…… hari semakin gelap mata dan kaki pun terasa pegal ingin rasanya cepat mendapatkan kasur yang empuk dan mandi. selamat malam Jogja !
                        Tanggal 17 Februari 2012 memberikan rasa penasaran dan kekhawatiran untuk kami, karena Tiket kereta untuk kami kembali ke Jakarta hari ini ternyata sudah habis dan kami harus menunggu sampai hari senin. Di sisi lain budget kami sudah semakin menipis dan temanku Umu dia merengek memaksa akan kembali pulang hari ini juga karena ada tugas esok hari. Akhirnya kami bersepakat untuk memilih jalur Bus karena kami tak mau dia kembali ke Jakarta seorang diri soalnya kami datang ke jogja bersama dan pulang pun harus bersama-sama.
Selesai beres-beres kami pun beranjak meninggalkan rumah tampungan kami menuju ke tempat agen bus yang akan membawa kami kembali ke Jakarta. Tepat pukul 15:00 dengan cuaca yang cerah dan keasrian kota jogja kami pun seakan mengucapkan selamat Tinggal Jogja kota yang memberikan banyak pelajaran bagiku tentang memahami keragaman budaya indonesia, keramah tamahan warga jogja khususnya, sikap toleransi antar umat beragam yang di cerminkan lewat gerebeg sekaten dan Dragon Festival dan masih banyak yang lainnya. Terima kasih Tuhan Engkau telah mengizinkan aku untuk melihat semua ini.
INDONESIA I LOVE YOU……………………….   !!!
                                                                                                                      
                                                                                                                                    
               
                      Serang, 26 Januari 2013












No comments:

Post a Comment