Wednesday, March 27, 2013

Iseng-iseng Berhadiah

Ahmad Muhibi 

Keindahanya telah menyihir seluruh warga dunia. Terlebih lagi jika musim Salju tiba. Gedung-gedung pencakar langit dan jalan raya pun tertutup salju tebal. Kejadian seperti ini tak mungkin terjadi di Negara kita Indonesia yang berada diwilayah tropis dan hanya mempunyai dua iklim. Musim hujan dan musim panas. Terus Negara yang indah ini, Negara apa?. Korea, jepang, atau mungkin Negara Zimbabwe. Korea dan jepang masih mungkin betul. Tapi kalau Zimbabwe kayaknya Salah Besar kawan, mana ada di Zimbabwe Salju. kalau singa dan Sabana itu baru mungkin. Mau tahu? Okelah …
Tempat yang indah ini adalah tempat yang mempunyai banyak gedung pencakar langit, patung Liberty, Hollywood dan semacamnya. Tak aneh jika Negara ini menjadi Adi Daya. Ya, betul Negara Amerika. Negara yang mempunyai sistem pemerintahan federal. Hmmm gimana ya, rasanya jika kita berkesempatan berkunjung ke Negeri ini?. Seperti sahabat kita nih, Ahmad Muhibi. Mahasiswa jurusan Aqidah Filsafat di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang berkesempatan menginjakan kaki ke Negeri paman sam pada awal tahun 2012 lalu.
Tak pernah terpikir sebelumnya jika kang muhibi (sapaan akrabnya) akan mempunyai keinginan untuk pergi keluar negeri. Tapi semenjak duduk dibangku kuliyah tepatnya semester satu. Kang muhibi mempunyai mimpi. Mimpi yang berangkat dari kesederhanaan. “ada anak IAIN yang berhasil berangkat ke Amerika, mungkin dia yang pertama kali dari sini. Dari dialah muhibi termotivasi” tegas mahasiswa yang suka dengan travelling, baca dan main catur ini.
Mulai dari Mimpi itulah, keseharian kang muhibi mulai disibukan dengan hal-hal education. Seperti study club, belajar bahasa inggris bareng, sampai berdiskusi bareng. Kegiatan seperti ini berjalan sampai kang muhibi mendapatkan informasi pendaftaran program SUSI pada bulan Agustus 2011 lalu. Tanpa pikir panjang kang muhibi pun langsung mengajukan segala persyaratan yang diperlukan.”ya… iseng-iseng aja sih” ujarnya sambil tertawa.
Setiap usaha yang dibarengi dengan doa dan selalu bersabar dalam mendapatkanya, tentu akan berbuah manis. Semanis buah yang telah lama kang muhibi tanam pada semester satu lalu. Tepat pada bulan oktober 2011 kang muhibi mendapat telpon dari pihak US ambassy. Dalam keadaan sedang belajar waktu itu kang muhibi tertegun setelah mendapat kabar bahwa dirinya Lolos seleksi sebagai penerima beasiswa SUSI Winter program.
Ya, semua berawal dari sebuah mimpi. Mimpi yang ditanam didalam lubuk hati. Mimpi yang selalu disirami oleh usaha dan doa. Mimpi yang selalu dibawa dan diingat setiap saat. Pertengahan januari 2012 dalam keadaan dingin tubuh kang muhibi resmi mendarat dan merasakan winter pertamanya di Amerika. Selama 40 hari kedepan kang muhibi akan dimanjakan oleh indahnya winter, megahnya White House, ramahnya keluarga angkat dan sejuknya Amerika.
enaknya bisa berjunjung ke VOA,
 hmm semoga bisa nyusul juga. amiin
“Pengalaman adalah guru yang paling baik” pepatah ini memang betul adanya. Selama 40 hari di Amerika bukan hanya pelajaran dan keindahan saja yang kang muhibi dapat. Tapi, Kedisiplinan, rasa saling menghormati, kebersihan dan sebagainya. Katanya waktu di Subway kang muhibi melihat ada beberapa orang muslim yang sedang khusyu membaca Al-quran. Padahal dalam sejarah, Amerika itu sempat menindas umat Muslim tapi, hari ini telah berubah, mereka mulai menghormati agama lain termasuk Islam.
Dalam masalah kebersihan warga Amerika sangat peduli lingkungan. Terbukti hampir di setiap sudut pasti kita akan menemukan tempat sampah. Dan tidak ada sampah yang berserakan. Kedisiplinan Waktu, warga Amerika sangat disiplin sekali. Contohnya masuk kelas. Kelas dimulai jam delapan pasti mereka datang lima menit sebelumnya. Memang ada saja yang terlambat tapi itupun akan membuat rasa malu tersendiri baginya.
Berbicara masalah pendidikan. Amerika memang unggul dari Indonesia. Karena Amerika merdeka pada abad ke-17 sedangkan Indonesia pada tahun 1945. “Tapi, yang perlu disayangkan adalah akses internet yang kurang. Padahal internet itu sangat diperlukan khususnya bagi mahasiswa-mahasiswa seperti kita. Ya kita akui Amerika adalah Negara yang bebas selama ia tidak melanggar hokum. Tapi setidaknya dilingkungan kampus itu harus memilik jaringan Wifi”.ucap mahasiswa asal tangerang ini sambil tertawa kecil.
berdiri di atas salju. waah.. ga kebayang dah! :)
Mimpi ! ya, Mimpi…. Menjadi kunci untuk kita menaklukan dunia. Seperti lirik lagu Laskar pelang yang dibawakan Band Nidji. Bermimpi itu memang indah. Tapi bukan hanya sekedar Mimpi. Mau bermimpi apa kalian ? itu ada ditangan kalian. Apapun mimpi itu kita harus menjaganya, memupuk, menyiraminya setiap hari. Dengan keyakinan, usaha, do’a dan berrserah diri pada Tuhan sang pemilik masa depan. Semoga mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan. Amiin. Semangat Kawan ! (Yan Van Java)
Serang, 27 Februari 2013

2 comments:

  1. Amiiiiin......!!! sangat inspiratif, dan membangkitkan semangat baru yang mempunyai cita-cita pergi keluar negri.
    ya mungkin dia salah satu orang yang beruntung, berawal dari iseng-iseng ternyata bisa pergi ke negara paman sam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bro... mdah-mudah bisa nyusul yoo.... amiiin

      Delete